• Tol BORR Akan Ditanami Banyak Pohon

    Oleh : Rizki Mauludi11 Januari 2017 21:19
    fotografer: Rizki Mauludi
    •  Share
    INILAH,Bogor - Pembangunan Jalan Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) seksi IIB yang menghilangkan ratusan pohon, melibatkan ahli landscape Institut Pertanian Bogor (IPB). Janji untuk mengganti ratusan pohon dengan jumlah yang lebih banyak serta besaran yang seimbang disanggupi oleh PT Marga Sarana Jabar (MSJ) selaku pengelola tol BORR, proyeksi kedepan menghutankan toll BORR akan dilakukan pihak PT. MSJ selain membangun taman-taman dibawah jalan layang tol BORR.

    Namun adanya pemindahan beberapa pohon dan penanaman kembali pohon pengganti masih dalam pembicaan kesepakan antara Pemkot Bogor dengan pihak PT MSJ. Tol BOOR seksi II B tersebut panjang 2,65 km yang dikerjakan dari bulan Desember 2016 sampai Juni 2018 atau 17 bulan, dengan panjang dari Kedung Badak sampai simpang Yasmin. Pembangunan tol itu Konsultan diawasi oleh pengwas PT Purnajada - PT Wira Nusantara Bumi dan pembangun PT Wijaya Karya (Wika). Total ysng akan hilang adalah 410 tanaman dengan jumlah terbanyak pohon Bungur 138, pohon Bintaro 118, dan pohon trembesi 96 pohon.

    Direktur Utama PT. MSJ, Hendro Atmodjo mengatakan, proyek jalan tol BORR seksi dua sudah masuk program startegi nasional Presiden Jokowidodo, harus segera dilaksanakan. Pembangunan diatas jalan alteri yang sudah ada agar menjaga lahan lain yang tetap alami, lahan yang ada harus bersih untuk pembangunan dari pohon dan lainnya bulan Maret 2017. "Solusi akan kami berikan sesuai arahan Wali Kota Bogor, pohon dari tahun 2008 sampai 2010 yang ada harus hilang. Tapi nanti akan diganti, agar lancar pembangunan itu," ungkapnya saat prescon di Balai Kota Bogor pada Rabu (11/1/2017) siang.

    Hendro menjelaskan, ada 49 pohon trembesi yang dipotong dan akan diganti kemudian, itu dilakukan karena di areal itu akan dijadikan pembangunan tiang jalan layang tol BORR. "Pihak pembangun sudah mulai bekerja dua hari lalu, Tower bor itu harus ada dan untuk berpindah harus tidak ada pohon, jadi mohon maaf harus ditebang pohon-pohon itu. Kami berkoordinasi dengan bagian pertamanan Pemkot Bogor, ahli landscape dan kerjasama dengan lembaga penelitian kehutanan yaitu Ismayadi kepala penelitian," tambahnya.

    Hendro menekankan, pohon yang direlokasi akan dipindahkan ke lahan yang ditentukan kalau pohon yang tidak memungkinkan direlokasi nanti akan diganti 5 sampai 20 kali lipat dengan tinggi 2 meter. "Itu komitmen kami untuk mengganti pohon yang ditebang. Kami juga akan membuat 2.000 lubang biopori untuk 500 lubang biopori yang telah dibuat, kami meminta maaf kepada warga Kota Bogor. Kehilafan kami ada yang terlewat, kami komitmen penghutanan jalan tol," terangnya.

    Sementara pakar Landscape IPB, Hadi Susilo mengatakan, penebangan poho secara pribadi dirinya tidak mensetujui hal itu karena harus dikaji jauh-jauh hari serta publik hearing dilakukan dahulu. Tetapi tidak ada kata terlambat kalau ada maksud baik, dengan pohon yang ditanam ada yang lebih dari sepuluh tahun. "Yang perlu dijamin adalah pohon itu harus tumbuh, itu yang perlu kita kawal untuk lokasi dan memastikan tumbuh. Harus ada rencana, kontrol dan desain, jadi bukan banyaknya penggantian," terangnya.

    Wali Kota Bogor, Bima Arya menjelaskan, pembangunan tol BORR itu mengatasi kemacetan Jalan Sheh Iskandar atau Sholis, dan solusinya harus diatasi dengan Pembangunan tol BORR. Tetapi pembangunan itu jangan sampai mengorbankan lingkungan, dengan konsep Kota Bogor green city harus singkrong dengan pembangunan di wilayah Kota Bogor. "Jadi tetap ada alokasi tanaman yang ada di jalan Sholis, beberapa pohon dan untuk penggantiannya akan ditanam dilahan kritis di sungai Ciliwung dan Cisadane tapi melalui kesepakatan. Dalam perda Ketertiban Umum untuk memindahkan pohon harus seizin Pemkot Bogor, tapi untuk jumlah penggantian belum ada aturannya jadi kedepan kami harus ada aturan yang mengatur penggantian jumlah," bebernya.

    Sementara Wakil DPRD Kota Bogor Heri Cahyono menegaskan, untuk penggantian pohon harus yang seimbang jangan terlihat banyak tapi tinggi pohon sebanyak 10 hanya 2 meter, kalau mau disesuaikan yang mendekatin tinggi pohon yang ditebang. "Harus ada penggantian yang seimbang, agar secara langsung kita bisa merasakan kehadiran pohon yang hilang. Kami juga gebcar melakukan tanam pohon setiap satu minggu di sudut Kota Bogor, jadi saat melihat pohon ditebang saya sedih dan ingin memeprjuangkan ganti rugi pohon," tutupnya. [jek]