• Penunjukkan PT Mulyagiri Merevitalisasi Blok F Dipertanyakan

    Oleh : Rizki Mauludi20 Maret 2017 10:28
    INILAH,Bogor - PT Mulyagiri di­pilih dengan sistem Penunjukan Langsung (PL) oleh Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) sebagai perusahaan yang akan merevitalisasi Blok F Pasar Kebon Kembang.

    Perusahaan itu sudah disetujui oleh Badan Pengawas (BP) PD PPJ Kota Bogor karena pertimbangan logis dan perusahaan itu dinilai kompeten dalam pembangunan revitalisasi Blok F. Sementara pihak pedagang masih mempertanyakan kompetensi perusahaan juga dikagetkan dengan adanya penjualan kios sebelum keputusan pemenang diumumkan.

    Informasi yang beredar, revitalisasi Blok F rencananya akan dibangun PT Mulyagiri sebagai investor yang ditunjuk PD PPJ dan sudah direstui walikota Bima Arya. Perusahaan ini dikenal memiliki pengalaman di bidang transportasi karena berjoin dengan PT Mayasari Bakti.

    BP PD PPJ Kota Bogor, Tri Irijanto mengatakan, dari direksi sudah lapor kepada BP PD PPJ dan sudah diserahkan kepada Wali Kota Bogor untuk segera dikukuhkan.

    "Hanya satu perusahaan yang ditunjuk karena sistem PL yang menilai perusahaan itu layak menjadi pilihan," ungkap Tri kepada INILAH, Senin (20/3/2017).

    Tri melanjutkan, sudah dua kali dilakukan beauty contes, namun tidak ada pemenang, maka diputuskan oleh Panitia Seleksi (Pansel) revitalisasi blok F menggunakan sistem PL dan disetujui oleh direksi PD PPJ.

    "Saya melihat alasannya baik dan logis perusahaan itu ditunjuk. Tinggal persetujuan Wali Kota Bogor, saya melihat perusahaan itu berminat dengan dua kali mengikuti beauty contes. Setiap lelang ada dan paling besar nilainya juga dalam investnya Kerangka Acuan Kerja (KAK) terpenuhi. Pedagang semua masuk dan ada parkir di atasnya, jumlah kios menjadi 900," bebernya.

    Sebelumnya Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, dengan berbagai pertimbangan dan kajian, ia telah menyetujui perusahaan yang dipilih PD PPJ itu. Semuanya akan dikembalikan kepada PD PPJ untuk diumumkan kepada masyarakat.

    "Setelah melakukan kajian, saya langsung setujui perusahaan tersebut. Untuk mengumumkan, nanti langsung PD PPJ," ungkap bos BUMD Kota Bogor itu.

    Bima juga mengaku menyetujui perusahaan tersebut karena dianggap telah memenuhi persyaratan yang ada di KAK. Ia tak mempermasalahkan jika perusahaan pilihan bos pasar ini gagal dalam beauty contest beberapa waktu lalu.

    "Semua sudah memenuhi persyaratan dan perusahaan ini sudah memenuhi KAK yang telah dibuat PD PPJ sebelumnya," terangnya.

    Setelah mengumumkan pemenang, lanjut Bima, PD PPJ harus segera membuat Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan perusahaan tersebut agar pembangunan Blok F Pasar Kebonembang dapat langsung dilaksanakan.

    "PD PPJ harus segera melaksanakan pembangunannya agar perekonomian para pedagang pun bisa kembali meningkat," paparnya.

    Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PD PPJ Andri Latif mengaku dalam waktu dekat akan mengumumkan perusahaan pemenang PL tersebut. Setelah itu pihaknya akan melakukan penilaian kembali atas Pemkot Bogor yang ada di Blok F tersebut sebelum melakukan PKS dengan pihak ketiga.

    "Setelah MoU, baru kita akan mulai relokasi para pedagangnya dan melakukan pembangunan,"jelasnya.

    Bendahara Paguyuban Pedagang Blok F H. Fendi mengungkapkan, pihaknya mempertanyakan konsekuensi dari PD PPJ dalam proses PL.

    "Apakah bisa menjamin tidak adanya Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) dalam proses PL karena yang ditujuk itu bukanlah perusahan yang lolos atau yang memiliki nilai tertinggi pada proses beauty contest," terangnya.

    Menurut Fendi, perusahan yang beauty contest pertama dan kedua saja tidak lolos, dan yang parah ada oknum-oknum tertentu mengatasnamakan PT tertentu sudah menjual kios-kios di Blok F yang baru nanti.

    "Ada Rp70 juta/meter dan Rp35 juta/meter tergantung posisi dan belum PPN. Apa ini tidak keliru, apakah PD PPJ bisa menjamin tentang harga kios apa sesuai dengan SK Direksi. Apa sudah memenuhi keinginan para pedagang di Blok F," papar Fendi.

    Menurut Fendi, PL itu sangatlah tidak berpihak kepada pedagang karena lebih mementingkan golongan tertentu yang berkuasa. Alangkah lebih bijak tujuan dari beauty contest yang sudah tertuang dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK) diutamakan dan dikedepankan seperti yang diinginkan para pedagang.

    "Kami sebagai warga pasar yang tergabung dalam Paguyuban Blok F tidak berharap akan revitalisasi secepatnya dikarenakan tempat kami selama ini masih kokoh dan masih layak buat kami bejualan. Selain itu bukankah definisi dari beauty contest itu adalah menjaring developer yang mampu secara finansial dan berpengalaman dalam membangun pasar," jelasnya.

    Menurutnya, jika PD PPJ tetap memaksakan kehendaknya berarti diduga ada kepentingan lain dan mengabaikan kepentingan pedagang lama Blok F.

    "Lebih peduli kepada pedagang atau pengusaha?, kami tunggu langkahnya," tegasnya.[ito]



meikarta.. the world of ours