• Headline

    Sopir Angkot Kembali Demo

    Oleh : Rizki Mauludi20 Maret 2017 13:18
    •  Share

    INILAH,Bogor - Menjamurnya angkutan berbasis online atau aplikasi membuat para sopir angkutan kota (angkot) geram hingga melakukan aksi mogok massal. Aksi mogok massal dengan mendatangi kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, direncanakan para sopir angkot.

    Sweeping juga dilakukan di Jalan Sholeh Iskandar (Sholis), Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor pada Senin (20/3/2017) siang. Sasaran sweeping adalah angkot 16, 07, 32, 08 dan 09, yang masih beroprasi.

    Dengan berkumpul di dua titik lajur jalan Sholes Iskandar mereka menggunakan motor mengejar rekannya yang masih beroprasi mengangkut penumpang. Angkot yang mereka kendarai diparkir di pinggir jalan sepanjang jalan Sholis. Aksi sweeping menjadi perhatian masyarakat dan anggota Kepolisian Polsek Tanah Sareal mengawal aksi tersebut agar tidak terjadi ketegangan.

    Kordinator aksi Mulyadi mengatakan, aksi yang dilakukan sudah direncanakan dari jauh-jauh hari, pemicunya adalah angkutan online yang menjamur sehingga para penumpang menjadi sepi.

    "Iya mas, banyak kan sekarang ada Grab uber dan gojek yang beroprasi. Kami menjadi berkurang penumpangnya sehingga pendapatan jelas drop pisan," ungkapnya pada INILAH, Senin (20/3/2017).

    Mulyadi melanjutkan, sopir angkot merasa lebih dirugikan karena mereka yang jelas-jelas ada izin trayek dan membayar KIR tidak dibela pemerintah. Sementara angkutan online mereka tidak membayar retribusi dan lainnya.

    "Semua angkot direcanakan tanggal 20 aksi mogok operasi dan di Facebook sudah disebar. Angkutan online merugikan, mereka mengetem di mall seperti Ojek Pangkalan (Opang) yang di wilayah berdampak pendapatan kami turun drastis," tambahnya.

    Ia melanjutkan, bersama rekannya ia menuntut perbaikan pendapatan sopir angkot apalagi ada rerouting angkot.

    "Bisa diatur apakah mereka pakai plat kuning dan tarifnya disesuaikan dengan tarif angkot jangan lebib murah," tegasnya.

    Siti Aulia warga Bantar Kemang yang hendak bekerja ke wilayah Cibinong mengatakan, angkot yang ditumpanginya diberhentikan di jalan sehingga dirinya bingung untuk berangkat bekerja.

    "Tadi saya diturunkan di jalan, bingung ini mau naik apa lagi. Angkot tidak ada yang beroprasi," ujarnya.



-->