• Atasi Permasalahan Kesehatan, Dinkes Bekali 100 Agennya

    Oleh : Reza Zurifwan21 Maret 2017 18:31
    •  Share
    INILAH, Bogor - Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor melakukan pembekalan kesehatan kepada kelompok potensial sebagai bahan dalam mensosialisasikan program-program kesehatan.

    Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Erwin Suryana mengatakan pembekalan kesehatan ini diberikan kepada kelompok wanita tani dan pokja IV PKK.

    "Kami berikan pembekalan kepada 100 orang, 50 orang dari kelompok wanita tani dan 50 orang lainnya dari Pokja IV PKK yang ada di 40 Kecamatan," ujar Erwin Suryana, Selasa (21/03/2017).

    Ia menambahkan para kelompok potensial ini direkrut agar bisa menjadi agen atau membantu tenaga kesehatan yang jumlahnya terbatas.

    "Permasalahan kesehatan tidak bisa dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan atau Pemerintah Daerah saja, tapi juga butuh bantuan masyarakat luas," tambahnya.

    Para kelompok potensial ini dibekali pengetahuan macam jenis penyakit, baik yang menular ataupun tidak menular. Selain itu, mereka juga diberikan pengetahuan 1.000 hari pertama kehidupan dan jaminan kesehatan nasional.

    "Dengan diberikan pengetahuan itu, kami harap ketika di lingkungan mereka ada yang mengalami gejala sakit, segera ditangani dengan membawa pasien ke Puskesmas atau Rumah Sakit," tutur Erwin.

    Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Bogor (DKKB) ini melanjutkan, para agen kesehatan juga melaksanakan program Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

    "Mereka kami minta tak hanya melaksanakan PHBS, tapi juga mengerti bagaimana nutrisi atau gizi yang baik. Asupan makanan atau minuman yang baik bisa membantu membentengi diri kita dari serangan penyakit," lanjutnya.

    Dewi Dwinurwati Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat menjelaskan dalam kegiatan pembekalan, para agen kesehatan ini juga diminta mensosialisasikan Peraturan Daerah nomor 8 tahun 2016 tentang Kawasan Tanpa Rokok.

    "Kawasan Tanpa Rokok (KTR) ini terus kita sosialisasikan karena banyak yang belum mengetahui Perda nomor 8 tahun 2016 ini. Kawasan yang tak boleh merokok itu salah satunya Kantor Pemerintahan Kabupaten Bogor, Sekolah, tempat ibadah dan lainnya. Dalam Perda KTR ini juga diterangkan di wilayah mana saja yang tak boleh ada iklan produk rokok," jelas Dewi.

    Terpisah Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor Wasto Sumarno menerangkan dirinya punya program Kampung gizi berimbang untuk wilayah yang masuk dalam kurang gizi.

    "Kampung Gizi Berimbang (Zimbang) ini dilakukan alumni IPB dan Pemerintah Daerah, di daerah Tamansari. Kami harap Kampung Zimbang ini menjadi percontohan dan bisa dilanjutkan di wilayah lain yang punya permasalahan kekurangan gizi," pungkas Wasto. (*)



-->