• Headline

    Efek Ahok, PKB Berniat Tinggalkan Nasdem dan PDIP di Pilbup Bogor

    Oleh : Rizki Mauludi20 April 2017 16:56
    INILAH, Bogor - Efek kekalahan Ahok-Djarot di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta mengubah peta koalisi partai politik di Kabupaten Bogor jelang Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bogor pada tahun 2018 mendatang.

    "Awalnya kami mau berkoalisi dengan Partai Nasional Demokrat (Nasdem) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Namun karena khawatir ada efek kekalahan Ahok-Djarot di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta, sangat ada kemungkinan kami akan bergabung dengan Gerindra dan PKS," ujar Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bogor Edwin Sumarga, Kamis (20/4).

    Wacana bergabungnya PKB dengan Partai Gerindra dan PKS ini disambut baik oleh Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Bogor Iwan Setiawan.

    "Seperti halnya Jakarta, DPC Partai Gerindra Kabupaten Bogor siap berkoalisi dengan PKS. Bahkan kami menerima Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam koalisi ini," kata Iwan Setiawan.

    Terkait munculnya informasi bahwa Nurhayanti akan maju kembali menjadi Bupati Bogor melalui Partai Gerindra, pria asli Cisarua ini pun siap menjalankan perintah partai.

    "Apabila partai memutuskan Nurhayanti menjadi Calon Kepala Daerah, sebagai kader saya siap menjalankan perintah itu," tambah Iwan.

    Eko Syaiful Rahman Ketua Badan Pemenangan Pemilihan Umum dan Pemilihan Kepala Daerah DPD PKS Kabupaten Bogor juga menyambut baik terkait munculnya nama Bupati Bogor saat ini yang akan maju melalui Partai Gerindra.

    "Untuk wilayah lokal seperti Kabupaten Bogor, PKS baik-baik saja apabila Pemerintah Kabupaten Bogor dipimpin seorang perempuan dan kami menyambut baik kehadiran Nurhayanti karena bersama dirinya kemungkinan menang cukup besar," tutur Eko Syaipul Rahman.

    DPD PKS Kabupaten Bogor juga siap memberikan kader terbaiknya untuk diusung menjadi pendamping Nurhayanti.

    "DPD PKS Kabupaten Bogor sudah menyeleksi 4 bakal Calon Kepala Daerah yang sebelumnya muncul yaitu Wasto Sumarno, KH. Adjid Muslim, KH. Agus Salim dan Ida Farida dan hasil final seleksi akan kita putuskan besok untuk selanjutnya diserahkan ke DPW PKS Jawa Barat," sambungnya.

    Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor ini belum bisa memberikan bocoran nama yang akan diusung oleh PKS, karena menurutnya ke 4 kader PKS itu punya keunggulan masing-masing.

    "Masing-masing punya keunggulan seperti Wasto yang mantan Wakil Ketua dan masih aktif di DPRD serta cukup dekat dengan birokrat. Ida Farida yang punya pengaruh di BKMT, KH. Agus Salim dan KH. Adjid Muslim yang memiliki jaringan Kyai, apalagi keduanya memiliki pondok pesantren," tandas Eko. [ito]