• Headline

    Wali Kota Bogor 'Mengamuk' di Kios Penjual Miras

    Oleh : Rizki Mauludi21 April 2017 09:58
    INILAH, Bogor - Banyaknya aduan dari warga mengenai maraknya sejumlah pemuda yang meresahkan karena nongkrong sambil berpesta minum-minuman keras (miras) ditanggapi serius Wali Kota Bogor Bima Arya.

    Ia melakukan patroli ke sejumlah tempat di Kota Bogor pada Kamis (20/4) malam. Bima dan petugas gabungan berhasil mengamankan tiga pemuda yang tengah asik meneguk miras jenis tuak, selain itu Satpol PP juga menyita puluhan miras di tempat para remaja itu membeli miras.

    Bima Arya didampingi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Herry Karnadi dan petugas kepolisian. Dengan menggunakan kendaraan dinas, Bima mendatangi lapangan Heulang yang kerap digunakan sebagai tempat berkumpulnya pemuda untuk minum minuman keras pada malam hari.

    Di lokasi Bima beserta Satpol PP langsung menyisir sudut Lapangan Heulang dan menghampiri pemuda yang tengah berkumpul, ia juga menemukan masih adanya posko salah satu Organisasi Massa (Ormas) di Bogor yang berdiri kokoh, meski sebelumnya ia meminta untuk dibongkar.

    "Kan saya sudah pernah bilang sebelumnya, di sini tidak boleh ada ini (posko-red). Saya minta malam ini juga dibongkar," ungkap Bima kepada salah satu anggota ormas di taman Heulang.

    Bima akhirnya berdialog dengan Park Ranger (penjaga taman) dan meminta agar selalu memonitor taman. Jangan sampai taman dijadikan tempat untuk minum minuman keras.

    Jika terjadi tindakan kriminal untuk segera lapor ke pihak kepolisian. Selanjutnya wali kota juga mendatangi lapangan Sempur.

    "Saya mengimbau para pemuda yang tengah berkumpul ini untuk tidak meminum-minuman keras, balap liar hingga tawuran," tutur Bima.

    Usai dari Sempur, Bima dan petugas gabungan melakukan penyisiran di Taman Kencana, hasilnya didapat tiga orang pemuda yang tengah mengkonsumsi miras jenis tuak.

    "Kamu minum apa ini? kok bau alkohol, gak boleh ini dilarang," tegas Bima kepada tiga pemuda itu.

    Bima pun langsung menginterogasi ketiga pemuda tersebut, mereka mengaku membeli miras jenis tuak tersebut di daerah Taman Topi, jalan Nyi Raja Permas.

    "Saya beli di daerah Taman Topi pak, satu plastik Rp 20.000," kata salah satu pemuda.

    Mendapatkan informasi tersebut, ketiga pemuda langsung diamankan petugas dan diminta untuk menunjukkan lokasi penjual miras. Benar saja, saat dihampiri petugas gabungan, penjual Miras menjajakan puluhan botol miras, ciu dan tuak, namun saat akan disita barang dagangannya PKL menolak. Bahkan sempat terjadi adu mulut dan dorong-dorongan dengan petugas gabungan.

    "Ibu udah berapa lama jualan di sini? dapat dari mana ibu ini miras? Saya minta tutup dan Satpol angkut semuanya," tutur Bima dengan nada kesal sambil membanting botol miras ke lantai.

    Tak puas dengan itu, wali kota pun mendatangi distributor miras yang berdasarkan informasi berasal dari toko di sekitar Pasar Anyar, namun saat di lokasi, toko tersebut tutup dan terkunci rapat. Diduga pihak distributor mengetahui rencana kedatangan Wali Kota Bogor. [ito]