• Headline

    Tol Bocimi Akhir Tahun Ini Sudah Selesai

    Oleh : Reza Zurifwan19 Mei 2017 14:50
    INILAH, Bogor - Pemerintah Kabupaten Bogor meminta Pemerintah Pusat dan Kantor Pertanahan Nasional (KPN) sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) mempercepat pembebasan lahan agar pembangunan tol Bogor Ciawi Sukabumi (Bocimi) agar bisa sesuai target Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta proyek ini rampung pada tahun 2018 mendatang.

    Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bogor Burhanudin menerangkan masih ada sedikit lahan yang belum dibebaskan, baik itu tanah wakaf maupun tanah pribadi.

    "Untuk tanah wakaf, bangunan Masjid penggantinya sedang dibangun. Sementara tanah milik pribadi atau swasta yang belum dibebaskan itu karena pemilik meminta harga yang terlalu tinggi. Akibatnya kami akan lakukan konsinyasi atau titip uang ke pengadilan," ujar Burhanudin, Jumat (19/5).

    Mantan Kepala Dinas Tata Ruang dan Pertanahan ini menerangkan selain persoalan tanah wakaf dan pribadi, ada lahan PT Kereta Api Indonesia (PT. KAI) yang masuk dalam site plan pembangunan Tol Bocimi.

    "Karena ini hubungan pemerintah ke pemerintah maka saya optimis ini akan cepat selesai permasalahannya. Kemungkinan persilangan rel kereta dengan Tol Bocimi ini solusinya adalah pembangunan flyover atau underpass," terangnya.

    Burhanudin optimis jika permasalahan pembebasan tanah ini cepat selesai, maka proyek pembangunan Tol Bocimi selesai di akhir tahun 2018 atau awal tahun 2019.

    "Lamanya pembangunan fisik Tol Bocimi ini kan lamanya di pembangunan tiang pancang fly over dan jembatan. Sesi 1 Ciawi-Cigombong sepanjang 15,35 Km saya dengar ada beberapa jembatan dan flyover," paparnya.

    Ia melanjutkan pembangunan Tol Bocimi tak hanya mengurai kemacetan tapi juga ada multi player effect bagi dunia industri dan masyarakat sekitar. Pemerintah Kabupaten Bogor meminta dua pintu keluar atau bukaan di Caringin dan Cigombong.

    "Kami meminta dua pintu keluar atau bukaan di Caringin dan Cigombong agar pihak industri dan masyarakat sekitar merasakan manfaat adanya jalan Tol. Selain itu kalau pintu keluar atau bukaan hanya di Cigombong nanti terjadi botle neck atau kemacetan panjang di titik tersebut," pungkas Burhanudin. [ito]