• Bogor Dijatah 7600 Taksi Online

    Oleh : Rishad Noviansyah17 Juli 2017 16:30
    INILAH, Bogor- Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberi jatah kuota kendaraan sewan non-trayek atau taksi online untuk Kabupaten Bogor sebanyak unit. Namun, ini masih terus dikaji mengingat jumlah angkot konvensional di Bumi Tegar Beriman yang tidak kurang dari 7000 unit.

    Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor, Edi Wardhani menjelaskan, jumlah tersebut diusulkan oleh Pemprov Jabar kepada Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), meski BPTJ sendiri bisa langsung menentukan kuota untuk Kabupaten Bogor.

    "Jadi, waktu rapat di pemprov, mereka usulkan Kabupaten Bogor mendapat jatah angkutan sewa non-trayek ini 3000 unit. Malah, kalau BPTJ memberi kita kuota itu hingga 6000 unit, berasal dari tiga provider. Tapi saya keberatan," kata dia kepada INILAH.

    Dishub berharap, kuota taksi online hanya 30% dari jumlah angkot yang ada. Dia khawatir, jika jumlah berimbang atau selisih hanya sedikit dapat menimbulkan gejolak dari para sopir maupun pengusah angkot yang ada di Bumi Tegar Beriman.

    "Kalau kami, berharap hanya 1800 armada taksi online itu. Memang sih, izinnya tidak sekaligus, tapi bertahap. Tapi, kalau 50% lebih kuotanya, bisa mematikan angkot biasa," kata pria yang akrab disapa Edwar ini.

    Dengan jumlah 1800, dia berharap tidak banyak mengganggu angkot. "Kan kalau 1800 itu, sekitar 30%. Jadi dibagi tiga tahun. Per tahunnya sekitar 600an taksi online. Tapi itu (3000 unit) masih pengajuan. Karena, BPTJ juga tidak bisa mengeluarkan izinnya jika daerah tidak merekomendasikan kuota tersebut," cetus Edwar.

    Sementara itu, BPTJ memberikan jatah kepada Pemerintah Kota Bogor untuk peredaran taksi online ini sebanyak 1624 unit. Namun, Pemkot Bogor berharap jumlah yang diberikan tidak sebanyak itu, karena akan kontraproduktif dengan program pemerintah daerah untuk mengedepankan angkutan massal.

    "Karena kewenangan ada di BPTJ, kami hanya menungu saja, tapi kami kami diberikan kuota 1624 unit, tapi kami berharap tidak sebanyak itu. Karena akan kontraproduktif dengan program pemerintah daerah," ungkap Kepala Bidang Angkutan pada Dishub Kota Bogor, Jimmy Hutapea.

    Sejauh, Pemkot Bogor berupaya untuk menjadikan tiga angkot menjadi satu unit bus dan saat ini masih menunggu kepastian badan hukum. "Kami sekarang sudah mulai melakukan konversi. Karena, angkot di Kota Bogor saja, sudah 3412 unit akan dikonversi menjadi bus. Perbandingannya 3 angkot diganti 1 bus," tukas Jimmy.

    Jadi, Pemkot Bogor ingin mengetahui, perhitungan BPTJ seperti apa dalam menentukan besaran kuota taksi online ini. "Kami ingin tahu. Harapannya sih tidak sebanyak itu, karena selain menimbulkan friksi juga tidak sesuai dengan program kita. Angkot saja dikonversi, apalagi itu yang kendaraan pribadi," katanya. [jek]



meikarta.. the world of ours