• Didin Bicara Porda dan Pilbup 2018 di Leuwinutug

    Oleh : Rishad Noviansyah13 Agustus 2017 20:56
    INILAH, Bogor- Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Didin Supriadin sangat serius mengembangkan potensi olahraga di Kabupaten Bogor. Minggu (13/8) kemarin, dia menggelar turnamen sepakbola mini di Desa Leuwinutug, Kecamatan Citeureup.

    Bukan popularitas yang ingin dikejar Didin, namun animo dari masyarakat yang diharapkan pria kelahiran Ciriung, Cibinong, Kabupaten Bogor itu. "Bukan itu (popularitas). Tapi, saya memang senang. Kebetulan, panitianya juga teman SMP saya sekaligus rangkaian kegiatan HUT Kemerdekaan ke-72," ungkapnya.

    Dalam turnamen ini, piala yang diperebutkan atas nama Didin Supriadin. "Animonya luar biasa. Memang cuma ada delapan tim. Tapi, ini sudah berjalan satu bulan. Hari ini finalnya. Kalau peserta tidak ditahan-tahan, bisa lebih banyak lagi," kata politis Demokrat itu.

    Punya pengalaman duduk di Komisi E DPRD Jabar yang membidngi olahraga, Didin juga berharap banyak saat Kabupaten Bogor menjadi tuan rumah Porda 2018 Jawa Barat. Menurutnya, Pemkab Bogor bisa belajar banyak dari Provinsi Jawa Barat yang sukses jadi tuan rumah PON 2016.

    "Bedanya mungkin lingkupnya lebih kecil. Saya harap Pemkab Bogor bisa berkomunikasi intensif dengan pemprov. Intinya, bisa sukses prestasi, sukses penyelenggaraan, sukses perekonomian dan sukses administrasi. Kalau perlu minta pendampingan BPK," ungkapnya.

    Dia juga meminta Pemkab Bogor memikirkan venue-venue yang tidak tersedia. "Ada sekitara lima cabang olahraga yang tidak digelar di Kabupaten Bogor karena tidak ada venue. Nah ini yang harus dikirkan ke depannya," tukas Didin.

    Disinggung soal niatnya maju Pilbupa Bogor 2018, Didin mengaku masih terus berikhtiar. Dia tidak ingin memusingkan geliat partai di daerah yang mulai melakukan komunikasi intensif. "Saya sudah bilang ke Ketua DPC Demokrat Kabupaten Bogor, Anton Suratto, kalau saya mau di F1. Tapi kalau untuk F2, saya serahkan ke kader yang lain," tegasnya.

    Menurutnya, selama belum ada rekomendasi dari DPP partai, kesempatan dan dinamika masih bisa terjadi. "Karena, pada akhirnya yang menentukan itu DPP, di daerah hanya ditugaskan saling menjalin komunikasi dengan baik di lintas partai," tegasnya. [jek]