• Hore, DPRD Setujui Upah 4.000 Guru Honorer

    Oleh : Rishad Noviansyah11 September 2017 17:35
    INILAH, Bogor- APBD Perubahan 2017 Kabupaten Bogor memasuki pembasahan di setiap Komisi DPRD. Pada sektor pendidikan, pemberian kesejahteraan pegawai (kespeg) kepada 4.000 guru honorer menjadi isu hangat dalam pembahasan, Senin (11/9).

    Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Wasto Sumarno mengungkapkan, penberian honor Rp500 ribu per bulan kepada guru honor tersebut merupakan prioritas. Namun, dia masih ingin mendengar paparan dari Dinas Pendidikan.

    "Masih dibahas. Kami juga perlu mengetahui apa-apa saja yang menjadi. Dasar pemberian kespeg itu. Tapi, itu salah satu prioritas, khususnya yang menjadi leading sector Komisi IV," kata Wasta di Gedung DPRD Kabupaten Bogor, Senin (11/9).

    Jika di kalkulasi, anggaran yang dibutuhkan untuk memberik kespeg kepada 4.000 guru honorer itu sekitar Rp6 miliar, dengan Rincian setiap guru mendapat Rp500 ribu selama tiga bulan (mulai Oktober-Desember 2017).

    "Pertanyaannya kan, apakah layak dan cukup dengan Rp500 ribu per bulan? Tentu tidak cukup. Tapi yang kan penting semua dapat kespeg dulu," tukas politisi PKS itu.

    Meski begitu, Komisi IV akan mengusulkan upah guru honorer Rp1 juta per bulan dalam APBD 2018, sesuai dengan permintaan para guru honor. "Karena mereka minta kami (DPRD) untuk mengusulkan dan itu akan kami perjuangan dalam pembahasan APBD 2018," cetus Wasto.

    Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor tengah memperjuangkan nasib 4.000 guru honorer, yang belum mendapat kesejahteraan pegawai (kespeg). Dibutuhkan sekitar Rp6 miliar agar guru honorer itu mendapatkan kesejahteraan dari pemerintah daerah.

    Kepala Disdik Kabupaten Bogor, TB Luthfie Syam menjelaskan, dari sekitar 13 ribu guru honorer di Bumi Tegar Beriman, baru 9 ribu diantaranya menerima kespeg dari Pemkab Bogor. Keterbatasan anggaran menjadi batu sandungan bagi pemda agar seluruh guru honorer memperoleh kesejahteraan yang sama.

    "Ini salah satu tugas disdik meyakinkan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badang Anggaran (Banggar) DPRD, supaya di APBD Perubahan guru honorer bisa memperoleh kespeg," kata Luthfie.

    Menurutnya, TAPD yang diketuai Sekretaris Daerah (Sekda) Adang Suptandar telah menyetujui. "Tinggal di Banggar-nya nih bagaimana. Karena, salah satu pertimbangannya, kami masih membutuhkan tenaga guru honorer itu, berarti kesejahteraan mereka juga musti dipikirkan dong," katanya.

    Lutfie mengasumsikan, setiap guru mendapatkan kespeg Rp500 ribu per bulan. "Dengan APBD Perubahan kan efektif mulai Oktober nanti digunakannya. Berarti ada tiga bulan tersisa. Berarti untuk tiga bulan itu, butuh Rp1,5 juta per guru. Total kurang lebih butuh Rp6 miliar," cetusnya. [jek]



meikarta.. the world of ours