• Bocah di Bogor Nekat Ngamen Demi Kesembuhan Ibunya

    Oleh : Rizki Mauludi13 Oktober 2017 19:32
    INILBogor - DS (10) bocah warga Kampung Ciheuleut RT 04/06, Kelurahan Tegal Lega, Kecamatan Bogor Tengah, menangis saat ditangkap petugas gabungan Dinas Sosial (Dinsos) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor dalam razia penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di Jalan Ir H Djuanda pada Jumat (12/10) sore.

    Saat ditanya petugas pendataan Dinsos, DS mengaku terpaksa mengamen untuk memenuhi biaya berobat ibunya yang menderita sakit amandel sejak beberapa bulan terakhir.

    "Bapak saya sopir angkot 13 jurusan Bantar Kemang - Merdeka, uangnya dikit. Ibu butuh biaya, jadi saya terpaksa ngamen dari angkot ke angkot," ungkapnya sambil berlinang air mata.

    DS yang duduk di kelas empat SD Tegal Lega I itu mengaku mengamen tanpa sepengetahuan orangtuanya. Dirinya menganggap dengan mengamen bisa menambah biaya berobat ibunya.

    "Bapak saya nggak tahu, saya baru sekali mengamen dapat Rp26 ribu, sekarang uangnya disita. Kapok nggak mau ngamen lagi, baru sekali saya mengamen om," tambahnya.

    Sementara itu, Kepala Dinsos Kota Bogor Azrin Samsudin mengatakan, untuk anak usia dibawah umur total yang terjaring adalah enam orang, untuk total yang terjaring ada 42 orang.

    "Hasil ini razia bersama Wali Kota Bogor Bima Arya di seluruh wilayah Kota Bogor. Banyak yang terkena razia anak Punk dan manusia mellenium," ungkapnya.

    Sementara itu Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, untuk membuat kenyamanan masyarakat meski hujan turun pihaknya terus bergerak.

    "Ini untuk menanggapi aduan masyarakat kepada Wali Kota Bogor, kami menertibkan anak Punk dan pengamen yang akhir-akhir ini meresahkan," ungkapnya.

    Bima mengatakan, warga ada yang mengeluh diganggu oleh anak Punk diangkot, diganggu ditempat-tempat tertentu juga ada.

    "Bahkan ada yang dipalak, walaupun tidak diganggu disebut mereka menakutkan karena kerap meminum-minuman keras," tambahnya. [jek]