• Bima Arya: Semua Lawan Berat, Tapi Punya Misi Sama

    Oleh : Rishad Noviansyah10 Januari 2018 20:30
    INILAH, Bogor- Bakal Calon Wali Kota dan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dan Dedie A Rachim menilai seluruh konstestan dalam Pilwakot Bogor 2018 merupakan lawan yang berat.

    Bima Arya yang merupakan bakal calon petahana mengungkapkan, tiga pasangan kandidat lain merupakan tokoh Bogor yang memiliki rekam jejak cukup bagus serta semua memiliki visi dan misi memajukan Kota Bogor.

    "Hawa demokrasi yang dinamis dan bergairah. Semua lawan berat tapi tujuan tetap untuk memajukan Kota Bogor," kata Bima dalam konferensi pers usai mendaftar di KPUD Kota Bogor, Jalan Loader Nomor 7, Bogor Timur, Rabu (10/1).

    Dia berharap pesta demokrasi lima tahunan ini bisa mencerahkan dan memberi pendidikan politik yang baik bagi masyarakat Kota Hujan. Menurutnya, proses demokrasi yang baik bisa bermanfaat dan terus mempersatukan masyarakat.

    Bima-Dedie mantap maju dalam Pilwalkot Bogor 2018 diusung oleh lima partai politik dengan total 19 kursi. Sementara PBB yang memiliki satu kursi di DPRD Kota Bogor terdaftar sebagai partai pendukung Bima-Dedie bersama Perindo.

    "Kami bersyukur diusung partai strategis yang memiliki jaringan mengakar. Yang lima ini akan terus menjalin kebersamaan, mencerahkan dan mempersatukan. Kalau PBB belum ada SK tapi, tetap mendukung sama seperti Perindo yang semalam saya bertemu Pak Harry Tanoe dan siap mendukung," kata Bima.

    Sebagai bakal calon petahana, Bima mengaku sejak jauh hari telah mengingatkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) menjaga netralitas. "Semua netral, profesional, tidak miring ke kanan miring ke kiri. Birokrat netral tidak memihak karena itu salah satu kunci sukses pilkada," tegasnya.

    Bima-Dedie tiba di Kantor KPUD Kota Bogor sekira pukul 10.00 WIB. Keduanya kompak mengenakan kemeja bercorak papan catur serta menaiki mobil jip terbuka berwarna abu-abu.

    Keduanya berangkat dari kediaman Bima Arya di Pendopo 6, Perumahan Baranangsiang Indah, Kelurahan Katulampa, Bogor Timur sekira pukul 09.00 WIB setelah pamit dan meminta restu kepada ibunda Melinda Susilarini.

    Mengenai kemeja yang digunakan, Bima mengaku jika catur dengan warna hitam dan putih merupakan warna yang masuk dan banyak dipakai siapa saja. "Siapa saja punya warna hitam dan putih. Kalau ada yang pakai baju putih atau hitam itu berarti mereka bersama kami," kata dia.

    Sementara sang pendamping, Dedie A Rachim yang memiliki latar belakang bekerja sebagai pejabat di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), enggan terburu-buru dalam menyiapkan sistem pemerintahan transparan dan bebas korupsi.

    "Belum dibicarakan detil. Tapi, lihat dulu dan perbaiki struktur yang sudah ada di Kota Bogor," ungkap mantan Direktur Pembinaan Jaringan dan Kerja Sama Antar Komisi dan Instansi (PJKAKI) KPK itu.

    Lantaran banyaknya massa yang mengantar Bima-Dedie mendaftar di KPUD, memaksa petugas menutup jalan untuk kendaraan di sekitar Kantor KPUD. Polresta Bogor Kota pun mengerahkan petugas hinga 350 personel di luar intansi lain dengan menyiapkan kendaraan taktis di sekitar lokasi pendaftaran.

    Sementara Ketua DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Kota Bogor Subhan Murtadla mengaku jika DPP PBB mengeluarkan rekomendasi untuk pasangan mana pun dalam Pilwalkot Bogor 2018.

    "Tapi, secara institusi, DPC PBB Kota Bogor sejak awal merekomendasikan pasangan Bima-Dedie. Jadi, ada rekom atau tidak, kita tetap komitmen mendukung pasangan Bima-Dedie. Ini namanya politik bawa gerbong tanpa rekom," kata Subhan. [jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT