• Pemkot Bogor Tata PKL di Jalan Ahmad Yani

    Oleh : Rishad Noviansyah18 Januari 2018 02:12
    INILAH, Bogor- Pemkot Bogor berencana menata PKL dan parkir di sekitar Jalan Ahmad Yani, Tanah Sareal, terutama di sekitar Kantor Imigrasi Bogor. Pasalnya, kondisi di jalan itu semrawut lantaran PKL ditambah parkir kendaraan masyarakat yang ingin membuat paspor dan visa.

    Sekretaris Daerah (Sekda) Ade Sarip Hidayat mengungkapkan, Kantor Imigrasi telah menjelma dari sebuah lembaga yang memberikan layanan pembuatan paspor, namun juga membawa cerita tentang Kota Bogor.

    "Saya ingin tempat itu menjadi tempat yang memberi kesan positif dan membawa cerita ketika mereka akan pergi ke luar negeri," kata Ade usai Rapat audiensi dengan Kepala Kantor Imigrasi Bogor di ruang Paseban Surawisesa, Balai Kota Bogor, Rabu (17/1).

    Ade menuturkan, Pemkot Bogor bersama Kantor Imigrasi Bogor sepakat untuk menata kawasan yang juga dekat dengan Hutan Kota Ahmad Yani itu dengan baik. Mulai dari penataan PKL-nya.

    Salah satunya dengan membatasi PKL yang berada disana khusus bagi pedagang makanan saja sesuai kebutuhan bagi pegawai dan pemohon sedangkan pedagang selain makanan tidak diperbolehkan.

    "PKL disana kan masih bagian dari penataan dari Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor. Jadi nanti akan dipilih Diskop UMKM mana saja yang boleh dan berhak berjualan disitu. Bentuknya akan swakelola dan dibentuk juga kepengurusannya," terangnya.

    Perpakiran, kata dia, akan ditata Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor dengan membaginya antara parkir khusus pegawai dengan parkir khusus pemohon. "Kan dipungut retribusi juga jadi sudah menjadi kewajiban kami untuk menatanya juga," katanya.

    Selain penataan PKL dan parkir, bagian dari hutan kota yang tepat berada di Kantor Imigrasi akan turut ditata dan dilakukan pemeliharaan dengan membuat paving blok sebagai tempat duduk untuk pemohon yang menunggu berkasnya selesai.

    Disediakan pula Tourism Infomation Center (TIC) dan Brosur berisi destinasi wisata di Kota Bogor yang bisa dibawa ke luar negeri. "Kami akan tegakan aturan disana dengan melibatkan Satpol PP dan aparatur wilayah agar tidak ada yang melanggar aturan terutama dari PKL yang akan dibatasi," pungkasnya. [jek]

    Tags :


    Berita TERKAIT