• Headline

    Model Cantik Meriahkan Undian Nomor Urut Pilwakot Bogor

    Oleh : Rizki Mauludi13 Februari 2018 20:24
    INILAH, Bogor - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor melakukan pengundian nomor urut peserta Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Bogor 2018 di SKI Tajur, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur Kota Bogor, pada Selasa, (13/2) siang.

    Pengudian oleh KPU Kota Bogor ini juga menampilkan empat model cantik untuk menentukan nomor urut. Empat Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Bogor harus pandai menentukan model mana yang membawa nomor urut sesuai harapannya.

    Hasilnya paslon Ahmad Ru'yat - Zainul Mutaqin yang diusung PKS, PPP dan Partai Gerindra mendapatkan nomor urut 1, nomor urut 2 menjadi milik pasangan dari jalur perseorang atau independen Edgar Suratman-Syefwelly Gianyar Djoyodiningrat.

    Pasangan petahana Bima Arya - Dedie A Rachim yang diusung partai Golkar, PAN, Demokrat, Partai Nasdem dan Hanura mendapatkan nomor urut 3. Paslon dari PDI Perjuangan dan PKB Dadang Danubrata (DID) - Sugeng Teguh Santoso (STS) mendapatkan nomor urut 4.

    Ketua KPU Kota Bogor, Undang Suryatna mengatakan, setelah ditetapkan nomor urut, Paslon akan dimuat dalam daftar surat suara, dan akan dibuat media kampanye baik yang dibuat oleh KPU maupun Paslon.

    "Mulai tanggal 15 Februari sampai 23 Juni 2018 merupakan masa kampanye Paslon. Kami undang untuk koordinasikan perihal masa kampanye yang dimulai 15 Februari 2018," ungkapnya.

    Sementara itu Komisioner Divisi Teknis, Samsudin mengatakan, ide KPU Kota Bogor menggunakan model dalam pengundian, hasil kerjasama dengan event organizer.

    "Ini menjadi perhatian keempat Paslon dan juga hadirin dalam pengundian nomor urut ini. Ini juga salah satu yang berbeda yang disuguhkan oleh KPU Kota Bogor," terang Samsudin.

    Sementara itu, Ahmad Ru'yat mengatakan, dirinya bersama Zaenul Mutaqin mendapatkan nomor urut 1 yang berarti dalam bahasa sunda adalah kahiji. Bisa diartikan kahiji yaitu Bogor harus bersatu atau ngahiji.

    "Ngahiji dalam hal ini, semua etnis yang sangat beragam di Kota Bogor harus bersatu dan tetap bhineka tunggal ika. Walaupun terjadi perbedaan, tetapi harus tetap dalam satu kesatuan," ungkapnya.

    Sementara Zenul Mutaqin, menganggap nomor 1 adalah petunjuk untuk kemenangan.

    "Satu kami menyatukan dan mempersatukan. Kemenangan ada di nomor satu," ujarnya.

    Sementara Paslon DID-STS sudah memprediksi mendapat nomor urut 4. DID mengatakan, nomor 4 sesuai dengan tanggal kelahiran dirinya. Selain itu PDI Perjuangan selalu memperjuangkan empat pilar, dengan nomor urut 4 ini menjadi signal kemenangan.

    "Kami sudah pasti memperjuangkan empat pilar, agar tercipta Bogor Bersama," kata DID.

    STS menambahkan, kalau nanti paslon nomor 4 terpilih Indonesia khususnya Bogor tetap bersama walaupun berbeda. Sudah banyak kejadian yang mengisyaratkan DID - STS mendapatkan nomor urut 4.

    "Tinggal berjuang sampai di Balaikota nanti, karena kami yakin nomor ini yang terbaik," jelasnya.

    Sementara itu, Edgar Surtaman menuturkan, dirinya bersama Sefwelly memaknai nomor 2 sebagai tidak sombong dan tidak angkuh tetapi berusaha keras menggapai apa yang diinginkan.

    "Lambang kemenangan nomor dua, tapi semua kembali lagi dengan perjuangan. Segala sesuatu harus bersandar kepada Allah SWT. Tetapi saya menjanjikan menjadi pemimpin yang kahartos, kabuktos dan karaos, yang artinya pemimpin yang mengerti, membuktikan dan dapat dirasakan kerjanya," jelasnya.

    Sefwelly menambahkan, paslon ini sudah mempersiapkan diri mendapatkan nomor berapapun.

    "Tapi dengan nomor 2 kami akan semaksimal mungkin berusaha dan meminta ridho Allah SWT," tambahnya.

    Sementara Bima Arya menjabarkan, angka 3 memiliki filosofi simbol pemersatu, dalam Pancasila sila ketiga Persatuan Indonesia.

    "Maksudnya nomor 3 itu sama seperti sila ketiga Pancasila. Mengutamakan persatuan dan kesatuan. Angka tiga bisa diartikan. juga sebagai angka tengah yang bisa menjadi penengah," terang Bima didampingi Dedie.

    TAG :


    Berita TERKAIT