• Headline

    Polisi Bongkar Penipuan Pinjam Kartu ATM Zakat

    Oleh : Rizki Mauludi14 Maret 2018 21:30
    fotografer: Rizki Mauludi
    INILAH, Bogor - Pelaku penipuan dengan modus pinjam kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) untuk membayar atau mentransfer dana zakat atau santunan berhasil diamankan Polresta Bogor Kota.

    Dalam aksinya pelaku memikat para korbannya dengan mengiming-imingi imbalan sejumlah uang tunai.

    Salah satu yang nyaris menjadi korban penipuan modus meminjam kartu ATM di gerai ATM RSUD Kota Bogor oleh dua orang pelaku adalah Nurbaeti, warga Kota Bogor. Aksi kedua pelaku terungkap ketika korban hendak menggunakan kartu ATM miliknya tidak bisa dipakai, ternyata pelaku telah menukar kartu ATM calon korban dengan kartu ATM kadaluarsa.

    Kapolresta Bogor Kota, Kombes Polisi Ulung Sampurna Jaya menuturkan, modus pinjam ATM ini terungkap oleh calon korban ketika ATM yang digunakan pelaku dikembalikan.

    "Saat kartu itu sudah dikembalikan ke korban, ternyata tidak bisa digunakan dan bukan miliknya. Tetapi kartu ATM kadaluarsa milik pelaku. Ini ditukar ATMnya," ungkap Ulung.

    Ulung melanjutkan, mengetahui telah ditipu, calon korban lantas berteriak hingga kedua pelaku bernama Nasrudin dan Daniel akhirnya ditangkap petugas keamanan RSUD Kota Bogor, kemudian diserahkan ke pihak kepolisian.

    "Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti sebanyak 20 lembar kartu ATM kadaluarsa dari berbagai bank. Pelaku melakukan penipuan dengan modus meminjam kartu ATM kepada korban dengan alasan untuk membayar zakat sebesar Rp50 juta, untuk memikat korban para pelaku mengiming-imingi imbalan sejumlah uang," terangnya.

    Ulung menekankan, alasan meinjam ATM untiuk transfer, pelaku memiliki uang Rp50 juta berupa tunai, sementara uang yang ada di ATM pelaku tidak cukup untuk mentransfer.

    "Jadi pelaku minta tolong korban untuk transfer ke yayasan. Kalau transfer selesai, uang itu nanti dikasih ke korban sekaligus diberi uang lebih," tuturnya.

    Ulung juga mengatakan, karena calon korbannya terbujuk rayu dan memasukan kartu ke mesin ATM. Saat korban sedang menekan tombol nomor PIN dan mengecek saldonya, diperhatikan oleh pelaku yang berdiri di belakangnya.

    "Setelah itu pelaku diminta korban melakukan transaksi. Saat itu, transaksi dibuat seolah-olah gagal terus. Ketika kartu ATM tersebut secara otomatis keluar dari mesin, dengan kecepatan tangannya kemudian menukarnya dengan kartu kadaluarsa," bebernya.

    Ulung menegaskan, untuk TKP RSUD Kota Bogor ini pelaku belum sempat mengambil uang korban. Penipuan ini merupakan modus baru, pengakuan kedua pelaku Nasrudin dan Daniel sudah lima kali melakukan penipuan tersebut.

    "Ini modus baru, pelaku biasa beroperasi di daerah Jakarta dan untuk di Bogor baru sekali. Saat ini kami masih mengembangkan kasus penipuan ini karena menurut pengakuan pelaku puluhan kartu kadualuarsa yang disita petugas dibeli di Pasar Pramuka, Jakarta. Petugas kami sudah mendatangi tempat pembelian dan masih menyelidiki," pungkasnya.[jek]


    TAG :


    Berita TERKAIT