• 1.000 Bidang Tanah Sekolah di Bogor Masih Bodong

    Oleh : Rishad Noviansyah18 Maret 2018 16:39
    INILAH, Bogor- Pemkab Bogor terus menata aset-aset dalam bentuk tanah. Hingga 2017 dari 4.633 bidang tanah milik pemda, 3.120 di antaranya belum bersertifikat. Termasuk tanah yang menjadi lokasi berdirinya Sekolah Dasar (SD) Negeri pasca instruksi presiden (inpres).

    Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor Didi Kurnia, pensertifikatan akan dilakukan bertahap mengikuti kemampuan anggaran setiap tahunnya. Dia pun tidak menyangkal jika banyak kasus di lapangan masyarakat menggugat kepemilikan tanah sekolah.

    "Dulu tahun 1974 itu kan ada inpres untuk mendirikan SDN. Nah, saat itu masyarakat banyak yang menyerahkan tanahnya, karena komandonya hingga ke tingkat desa. Namun tidak diikuti dengan ketertiban administrasinya," ujar Didi.

    Untuk menghindari adanya gugatan dari ahli waris tanah-tanah sekolah yang mencapai 1.721 bidang itu, Pemkab Bogor menginstruksikan kepala desa mengeluarkan surat keterangan, bahwa tanah itu telah dikuasai daerah.

    "Dari situ perlahan kita bereskan administrasinya kita tata kembali. Tapi, perlu kerja sama juga dengan dinas teknis. Karena kita kan hanya mencatat saat tanah itu resmi menjadi aset deerah," jelasnya.

    Didi mengungkapkan, dari 1.617 bidang tanah SDN, 598 bidang di antaranya telah memiliki sertifikat. Sementara lahan SMPN, dari 104 bidang, 35 di antaranya telah bersertifikat. "Setiap tahun ada progres. Makanya, asalkan tidak banyak masalah gugatan, BPN akan cepat menerbitkan sertifikatnya," jelas Didi.

    Meski masih cukup banyak bidang tanah sekolah secara hukum menjadi aset pemerintah, Didi memastikan jika suatu saat ada kerusakan pada bangunan sekolah, Pemkab Bogor tetap bisa melakukan intervensi untuk melakukan perbaikan.

    "Bisa. Sangat bisa. Karena, secara de facto itu sudah dikuasai pemda. Tapi, secara de jure memang belum. Makanya ada surat keterangan dari kades itu untuk memastikan jika memang itu lahan milik pemda," tegas Didi.

    Sementara Kepala Bidang Aset BPKAD Kabupaten Bogor Iman Wahyu Budiana menegaskan, pihaknya menargetkan 100 sekolah tersertifikasi setiap tahunnya. "Masih berjalan. Tapi, kita kan hanya mencatat. Tapi, tupoksi sesungguhnya itu ada di Dinas teknis masing-masing untuk sertifikasi aset," ungkap Iman.[jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT