• Polres Bogor Musnahkan Miras dan Narkoba

    Oleh : Reza Zurifwan17 Mei 2018 13:33
    fotografer: Reza Zurifwan
    INILAH, Bogor - Polres Bogor bersama unsur muspika dan muspida Kabupaten Bogor memusnahkan barang bukti narkoba, minuman keras (miras) dan petasan hasil cipta kondisi pada beberapa waktu lalu.



    "Operasi gabungan Polres Bogor, Kodim 0621 dan Muspika Kabupaten Bogor selama tiga minggu berhasil mengamankan 31.456 botol miras pabrikan, 268 dirigen miras, 831 botol miras oplosan, 13.210 plastik miras dan 25.368 butir petasan. Dalam pemusnahan barang bukti ini selain disaksikan unsur Pemkab Bogor juga dihadiri pihak DPRD, Kodim 0621, Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Cibinong," ujar Kapolres Bogor AKBP Andy Muhammad Dicky Pastika kepada wartawan, Kamis (17/5)



    Pria asli Sulawesi Selatan ini mengajak masyarakat turut serta mempersempit peredaran miras dengan cara melaporkan tempat penjualan atau penyimpanan miras ke pihak kepolisian.



    "Peredaran miras di Bumi Tegar Beriman terus meningkat, oleh karenanya kami butuh laporan masyarakat apabila dilingkungannya ada pejualan, gudang atau pabrik miras ilegal. Miras yang kami sita ini kebanyakan diproduksi di luar Kabupaten Bogor dan hanya sedikit miras yang diproduksi di sini," terangnya.



    Agar peredaran miras semakin berkurang, AKBP Dicky panggilan akrabnya terus mengajak Muspida dan Muspika Bogor untuk melakukan operasi cipta kondisi miras dua kali dalam setahun.



    "Polres Bogor, Kodim 0621 dan pemkab Bogor sepakat melakukan operasi cipta kondisi miras dua kali dalam setahun yaitu menjelang tahun baru masehi dan menjelang bulan suci Ramadan," tutur AKBP Dicky.



    Ia menjelaskan dari peredaran miras ini, jajarannya memproses enam pelaku peredaran miras. Mereka diancam dengan pasal 204 ayat (1) KUHP pasal 145 junto pasal 91 ayat (1) UU RI No 18 tahun 2012 tentang Pangan dan pasal 62 UU RI No. 8 tahun 2009 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun.




    "Mereka ada yang kami tindak pidana ringan dan ada juga yang kami proses hingga mendapatkan vonis di Pengadilan Negeri Cibinong dengn ancaman hukuman pidana diatas 5 tahun atau maksimal 20 tahun penjara," jelasnya.



    Kasatnarkoba Polres Bogor AKP Andri Alam Wijaya memaparkan selain mengamankan 6 orang penjual miras, jajarannya juga mengamankan 24 pengedar narkoba jenis sabu dan ganja.



    "24 orang tersangka pengedar narkotika ini terdiri dari 20 kasus, barang bukti yang kami amankan adalah sabu seberat 1 ons dan ganja seberat 1,6 Kg. 24 orang tersangka ini hasil tangkapan kami dari awal tahun hingga awal bulan Mei," papar AKP Andri.



    Ia melanjutkan para pengedar ini banyak ditangkap di daerah perdalaman atau perbatasan dengan Kota atau Kabupaten Tanggerang seperti Ciampea, Cileungsi, Parung Panjang dan Rumpin.



    "Daerah perdalaman atau perbatasan menjadi titik penyimpanan narkoba, wilayah diatas dianggap strategis karena selain bisa menjual narkoba di Kabupaten Bogor, juga bisa menjual ke Bekasi dan Tanggerang," lanjutnya.[jek]

    Tags :
    # #


    Berita TERKAIT