• Headline

    Satu Sekolah Cuma Dua Guru PNS

    Oleh : Rishad Noviansyah18 Mei 2018 16:49
    INILAH, Bogor- Pemkab Bogor semakin kesulitan dalam mencari tenaga pengajar. Pasalnya moratorium pengangkatan PNS tak kunjung dicabut.

    Di sisi lain, setiap tahun 300 guru pensiun, namun tidak ada penambahan pegawai baru.

    Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Adang Suptandar mengungkapkan, kekurangan guru SD sejauh ini mencapai 11.068 orang. Sementara guru SMP 3.058 orang.

    Adang pun mendesak Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) terus melobi pemerintah pusat.

    "Karena tiap tahun terus berkurang. Perlu dicari solusi oleh BKPP. Dulu pensiun 500 diisi 500, tapi sekarang pensiun 500 tidak diisi," kata ujar Adang usai melantik 185 kepala sekolah SDN dan SMPN di Gedung Serbagun I Setda Kabupaten Bogor, Jumat (18/5).

    Adang berharap, tahun 2019 kekurangan pegawai bisa diatasi. Untuk tahun ini dia memastikan tidak akan ada pengadaan.

    "Di dalam UU ASN, ada yang mengatur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (P3K), tapi petunjuk teknisnya belum ada, jadi belum bisa dipakai," kata dia.

    Untuk menutupi kekurangan guru PNS, digunakan tenaga honorer, atas inisiatif sekolah masing-masing. "Kadang, di satu sekolah itu cuma ada dua guru PNS-nya. Sisanya honorer," kata dia.

    Menurutnya, jika P3K bisa diberlakukan oleh Pemkab Bogor, maka beban untuk gaji para pegawai bisa diakomodir oleh APBD Kabupaten Bogor maupun Dana Alokasi Khusus (DAK).

    "Selama ini kan pakai dana BOS. Otomatis sangat minim uang yang diterima oleh guru honorer di sekolah," kata dia.

    Dengan jumlah pegawai 17.414 orang, Kepala BKPP Dadang Irfan menyebut, rasio pegawai di Bumi Tegar Beriman mencapai 1:288 orang.

    "Cuma 0,34% dibanding 5,4 juta penduduk. Artinya, seorang PNS harus melayani sekitar 288 orang," katanya.

    Jumlah itu jauh di bawah rasio rata-rata nasional yang mencapai 1,9% atau 1:52 orang. "Jauh dari ideal ya. Belum lagi setiap tahun ada 300-400 PNS pensiun, terutama dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Dua bidang itu yang besar kebutuhannya," tegasnya.

    Tags :
    # #


    Berita TERKAIT