• Headline

    Urus E-KTP di Kecamatan Diklaim Lebih Cepat

    Oleh : Rishad Noviansyah06 Juli 2018 16:18
    INILAH, Bogor- Sudah tiga hari pelayanan pendaftaran cetak E-KTP dialihkan ke enam kecamatan. Upaya ini terbilang berhasil karena masyarakat tidak perlu mengantre di Kantor Disdukcapil dan pelayanan terbilang lebih cepat.

    Pengalihan tersebut sesuai dengan instruksi Wali Kota Bima Arya. Pendaftaran cetak E-KTP di Kecamatan Bogor Timur, memasuki hari ketiga jumlah pemohon semakin berkurang dibandingkan hari pertama yang mencapai 280 pendaftar.

    "Hari pertama terlihat antusias warga, kemungkinan hari ini tidak sebanyak hari pertama dan kedua," ujar Camat Bogor Timur Adi Novan, Jumat (6/7).

    Kecamatan Bogor Timur menyiapkan dua meja pelayanan dan menempatkan personel di bagian penerimaan berkas dan pemberian surat tanda terima.

    Alhasil, pelayanan berjalan lebih cepat dan sekitar pukul 13.00 WIB antrean mulai sudah sepi. Meski begitu, Kecamatan tetap membuka pelayanan hingga pukul 16.00 WIB atau sampai selesai.

    "Kalau sekarang pelayanan lebih banyak yang pendaftaran cetak E-KTP, kalau perekaman E-KTP tidak terlalu banyak," jelasnya.

    Ia menambahkan, pelaksanaan pendaftaran cetak E-KTP selama tiga hari ini sudah dievaluasi seluruh camat. Sesuai hasil rapat, akan dialihkan ke masing-masing kelurahan.

    Sebab, sifat pelayanannya hanya menaruh berkas permohonan cetak saja dan menunggu E-KTP jadi dalam waktu 14 hari kerja.

    "Jadi mulai Senin depan pelayanan pendaftaran cetak E-KTP dilakukan di kelurahan," katanya.

    Sementara Kecamatan Tanah Sareal membuka 6 loket khusus pelayanan E-KTP, hal ini dilakukan untuk mempercepat proses pelayanan kepada warga dalam memperoleh dokumen kependudukan.

    Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan, Kecamatan Tanah Sareal Nugraha menuturkan, sejak dibuka hari pertama antrean permohonan E-KTP di Kecamatan Tanah Sareal cukup banyak sejak pagi.

    "Hari pertama ada 325 permohonan cetak E-KTP dan hari kedua ada 285 permohonan cetak E-KTP," kata dia.

    Mengenai alur permohonan perekaman data E-KTP, warga cukup mengambil nomor antrean dan menunggu dipanggil oleh petugas, data direkam dan setelah itu mendapatkan tanda terima.

    "Lama pencetakannya maksimal 14 hari dan didistribuskan di Kelurahan masing-masing," tuturnya.

    Pihaknya setiap hari terus mengevaluasi pelayanan. Sebab, penumpukan antrean terjadi hanya saat pagi hari saja, dan nomor antrean dibatasi hanya 250 orang karena hanya ada 2 alat perekaman E-KTP sesuai arahan dari Disdukcapil.

    "Kami membuka enam loket antrean, hanya saja masih ada evaluasi terkait pembagian nomer antrean karena banyak warga yang datang pagi," ujarnya.

    TAG :


    Berita TERKAIT