• Headline

    Kab Bogor Ajukan 1.700 Tambahan Guru dan Tenaga Medis

    Oleh : Rishad Noviansyah12 Juli 2018 16:46
    INILAH, Bogor- Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) membuka keran penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018, bagi tenaga pendidik atau guru.

    Kabupaten Bogor pun langsung mengajukan kebutuhan 1.700 tenaga baru ke Kemenpan RB.

    Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bogor Dadang Irfan mengungkapkan, jumlah sebanyak itu, tidak hanya untuk mengisi tenaga pendidik, namun juga tenaga kesehatan, yang merupaka dua pos paling tinggi kebutuhannya.

    "Kita belum terima edarannya. Tapi yang jelas kita sudah ajukan ke Kemenpan RB kebutuhan kita. Ada 1.700 kita ajukan untuk tenaga pendidik dan kesehatan," kata Dadang, Kamis (12/7).

    Namun, kata dia, tidak ada ada aturan tenaga honorer ataupun K2 yang bisa otomatis bebas tes CPNS. Dengan kata lain, honorer maupun K2 tetap harus mengikuti tes yang digelar Badan Kepegawaian Negara (BKN).

    "Memang belum ada aturannya jika K2 ataupun honorer bisa bebas tes. Nanti aturan detailnya ada pusat yah. Saya juga belum terima surat edarannya atau apa pun soal adanya penerimaan CPNS," kata dia.

    Pembukaan formasi 100 ribu guru di CPNS 2018 ini bakal ditempatkan di seluruh pemerintah daerah, yakni provinsi dan 514 kota/kabupaten. Langkah ini untuk mengurangi kebutuhan guru yang mencapai 700 ribu guru.

    Pemkab Bogor sendiri membutuhkan Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga 26.226 orang. Namun, jumlah pegawai yang dimiliki saat ini hanya 17.197. Jumlah itu akan semakin berkurang dengan pegawai yang akan pensiun tahun ini.

    Pada awal 2018, ASN atau PNS masih berada pada angka 17.197 orang. Dengan jumlah itu, seorang pegawai harus melayani 288 orang warga. "Sangat tidak ideal. Idealnya, sesuai pusat itu 1:52," lanjut Dadang.

    Kebutuhan paling besar tetap berapa di sektor tenaga pendidik. Saat ini Kabupaten Bogor hanya memiliki 11.092 guru berstatus PNS. Sementara kebutuhan idealnya 23.069 pegawai. Masih kurang 11.977 orang, pemkab mengakalinya dengan menggunakan jasa tenaga honor dengan lebih dari 4.000 orang.

    TAG :


    Berita TERKAIT