• Headline

    8 SMK Swasta Masih Kerap Tawuran

    Oleh : Rizki Mauludi19 Juli 2018 18:56
    INILAH, Bogor - Ada delapan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Swasta Kota Bogor yang pelajarnya kerap melakukan aksi tawuran. Angka ini menurun pasca Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor menindak tegas salah satu sekolah swasta yang dikurangi penerimaan siswanya tiga tahun lalu.

    Diketahui delapan SMK swasta yang terlibat tawuran ada di kawasan Jalan Pajajaran wilayah Jambu Dua, SMK swasta jalan Sholeh Iskandar, SMK swasta wilayah Jalan Dr. Semeru, Kecamatan Bogor Barat.

    Sementara ada tiga titik rawan tawuran antara lain kawasan Bogor Trade Mall (BTM), kawasan Warung Jambu dan sepanjang Jalan Sholeh Iskandar.

    Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Pelajaran Kota Bogor M. Iqbal mengatakan, pihaknya selama ini terus menindak dan mengantisipasi aksi tawuran pelajar Kota Bogor, dilihat dari jumlah sekolah yang terlibat tawuran saat ini menurun dengan jumlah delapan SMK.

    "Sebelumnya ada 20 SMK, itu menurun setelah ada penindakan pada SMK YZA 1 Kota Bogor dengan membatasi jumlah siswa. Jadi hanya delapan saja, untuk nama saya tidak bisa sebutkan," ungkapnya kepada INILAH pada Kamis (19/7) sore.

    Iqbal juga mengatakan, untuk kejadian pembacokan di Jalan Ahmad Yani dan tawuran di Jalan Sholeh Iskandar dikarenakan adanya tradisi setelah penerimaan siswa baru delapan sekolah itu saling berhadapan.

    "Saya sudah ingatkan kepada rekan satgas pelajar dan terbukti adanya kejadian yang tidak bisa diantisipasi karena pengawasan satgas masih terbatas waktunya," tambahnya.

    Iqbal melanjutkan, meski terbentur dengan biaya operasional, ada dua satgas pelajar dari setiap sekolah setingkat SMA.

    "Alhamdulillah saat ini masih ada relawan satgas pelajar yang mau terjun ke lapangan dalam membubarkan ataupun antisipasi tawuran pelajar. Saya tegaskan sekolah negeri saat ini bisa dibilang hampir tidak ada yang tawuran, hanya sekolah swasta," terangnya.

    Sementara itu, Sekretaris Disdik Kota Bogor, Jana Sujana mengatakan, saat ini pihak Disdik Kota Bogor masih memantau dan melaporkan adanya sekolah yang tawuran.

    "Dahulu kan kami tindak YZA dengan pengurangan penerimaan siswa. Tetapi saat ini kami tidak bisa mengambil keputusan. Dari informasi Sekda Kota Bogor telah bersurat ke Disdik Provinsi Jawa Barat untuk penindakan sekolah yang tawuran," ungkapnya.

    Jana menegaskan, di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dipastikan tidak ada sekolah yang tawuran. Langkah pihaknya berkoordinasi dengan Satgas Pelajaran dan pihak sekolah, juga melakukan pelaporan ke Disdik Provinsi Jawa Barat.

    TAG :


    Berita TERKAIT