• HKP Ke-46 IPB Pamerkan Konsep Smart Farming

    Oleh : Rishad Noviansyah27 Juli 2018 15:49
    INILAH, Bogor- Masalah pertanian di Jawa Barat tidak lepas dari aspek irigasi, ketersediaan benih unggul bersertifikat hingga distribusi hasil pertanian.

    Hari Krida Pertanian (HKP) ke-46 Jawa Barat di pelataran Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (27/7) pun dijadikan sebagai momentum instrospeksi untuk membenahi masalah pertanian, dan memamerkan konsep Smart Farming.

    HKP ke-46 digelar hingga Minggu (29/7). Asisten Pemerintahan Hukum dan Kesejahteraan Sosial Pemprov Jabar Dadi Iskandar mengungkapkan, lewat HKP bisa merapatkan sinergi dan berkontribusi nyata dalam penyediaan pangan, bahan baku industri, pakan, bio energi, menyerap tenaga kerja hingga meningkatkan pendapatan petani di Jawa Barat.

    Menurutnya, irigasi, benih unggul dan distribusi tidak bisa diselesaikan oleh Pemprov Jabar maupun pemerintah daerah. Namun perlu intervensi dan dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Pupera), Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Bulog dan Kementerian Perdagangan.

    "TNI, pemerintah daerah, swasta dan yang paling utama petani itu sendiri. HKP setiap tahun harus jadi momentum untuk kita memperbaiki kualitas pertanian, peternakan di kemudian hari," tegas Dadi.

    Sementara Bupati Bogor Nurhayanti menyebut melalui HKP mengapresiasi seluruh usaha pertanian, peternakan, perkebunan, kehutanan dan perikanan di Jawa Barat dalam satu tahun, sekaligus mengevaluasi pertumbuhannya dalam konteks pembangunan daerah.

    "Yang sudah berhasil harus dilanjutkan, sementara yang perlu dikembangkan akan diidentifikasi permasalahannya dan mencari solusinya bagi kesejahteraan masyarakat dan petani," katanya.

    Pemkab Bogor yang ditunjuk menjadi tuan rumah tahun ini, merasa terhormat dan mendorong intensifikasi pertanian dan meningkatkan posisi tawar petani dalam perekonomian nasional yang semakin kompetitif.

    Kabupaten Bogor sendiri berupaya mempromosikan beberapa potensi lokal yang tengah gencar dikembangkan belakangan ini, seperti Kopi Bogor serta beberapa varietas tanaman unggulan. Seperti pepaya, pala, padi serta rumput gajah.

    "Harapannya, produk unggulan itu dapat diterima dengan baik sehingga bisa memacu peningkatan daya beli petani dan masyarakat," ujar Yanti.

    Rektor IPB Arif Satria mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang mengembangkan demplot sebagai pusat pendidikan para petani, sehingga petani di Kabupaten Bogor bisa mengetahui cara menerapkan program Smart Farming.

    "Sedang kita kembangkan, kita harapkan juga inovasi IPB lebih banyak diterapkan Pemkab Bogor dan petani Bogor. Smart Farming sendiri mengajarkan petani memperhatikan kondisi alam lebih seksama. Kapan harus pemupukan, dosisnya berapa. Jadi lebih presisi dan tidak cuma mengandalkan perkiraan saja. Jadi perlu pendekatan berbeda untuk mengubah pola pertanian saat ini," kata Arif.

    TAG :


    Berita TERKAIT