• Rencana APBD Kabupaten Bogor Defisit Rp1 Triliun

    Oleh : Rishad Noviansyah14 Agustus 2018 16:59
    INILAH, Bogor- Pemkab Bogor menaikkan target pendapatan dan belanja dalam Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) 2018. Namun, tidak ada keseimbangan antara kenaikan target pendapatan dengan target belanja.

    Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bogor Yuyud Wahyudin menjelaskan, kebutuhan belanja daerah dalam KUPA 2018 mencapai Rp8,05 triliun atau naik Rp398,2 miliar dari sebelum perubahan Rp7,65 triliun.

    Sementara target pendapatan setelah perubahan hanya Rp7,05 triliun atau naik Rp171,57 miliar dari sebelum perubahan yakni Rp6,88 triliun.

    Angka ini belum dibahas antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Bogor.

    "Masih bisa berubah. Mungkin saja target pendapatannya dinaikkan. Karena target belanja naik signifikan. Maka ada defisit di atas Rp1 triliun," kata Yuyud kepada wartawan di Gedung DPRD Kabupaten Bogor, Selasa (14/8).

    Dia mengungkapkan, Pemkab Bogor harus realistis. Pasalnya, APBD Perubahan hanya untuk tiga bulan terakhir. Jadi, politisi PPP itu berharap, target yang dicanangkan terutama untuk pos belanja dimatangkan kembali.

    "Nanti kan pembahasan ada penyelarasan juga. Entah target belanja dikurangi. Tapi yang pasti kalau target pendapatan harus naik ya jangan kurang dari Rp200 miliar naiknya," kata Yuyud.

    Pada pos belanja daerah, perubahan paling signifikan terjadi pada komponen belanja tidak langsung. Dari sebelum perubahan Rp3,78 triliun menjadi Rp4,03 triliun atau naik Rp247,8 miliar.

    Sementara belanja langsung, pada target sebelum perubahan Rp3,87 triliun naik Rp150,38 miliar menjadi Rp4,025 triliun.

    "Tidak seimbang. Pekerjaan fisik juga masih ada, cuma tidak lewat proses lelang. Tapi titik berat harus pada pos belanja langsung yah karena langsung bersentuhan dengan masyarakat," kata dia.

    Yuyud menargetkan, KUPA 2018 naik menjadi RAPBD Perubahan pada akhir Agustus 2018 atau awal September 2018. Dia pun memastikan pembahasan anggaran tidak akan terganggu oleh masa kampanye calon legislatif, di mana banyak anggota DPRD Kabupaten Bogor ikut dalam konstestasi.

    TAG :


    Berita TERKAIT