• Headline

    Polisi Gagalkan Peredaran Rp 1,3 M Uang Palsu Sangat Mirip Asli

    Oleh : Rizki Mauludi20 September 2018 15:40
    INILAH, Bogor - Polsekta Bogor Timur meringkus tiga orang pengedar uang palsu senilai Rp1,3 miliar dan 50 lembar dolar AS di kawasan Puncak, Cianjur pada Kamis (20/9) pagi.

    Kepada pembeli empat pelaku menawarkan dua lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu ditukar dengan satu lembar Rp100 ribu.

    Diketahui tiga pelaku berinisial MCH (48) asal Cianjur, HS (48) asal Bogor dan R (49) asal Sukabumi. Total 1.300 lembar pecahan Rp100 ribu dan lima puluh lembar pecahan satu dolar yang masih berbentuk lembaran besar berhasil diamankan aparat Kepolisian.

    Kapolresta Bogor Kota Kombes Polisi Ulung Sampurna Jaya mengatakan, awal mulanya aparat kepolisian mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di salah satu rumah makan ada penjual uang palsu yang menawarkan kepada masyarakat.

    "Mendengar informasi itu, polisi melakukan penelusuran dan memancing pelaku. Akhirnya pelaku dapat diamankan di kawasan Puncak, tiga orang bisa diringkus, satu masih dalam pengejaran," ungkapnya Ulung didampingi Kapolsekta Bogor Timur Kompol Masudi Widodo.

    Ulung melanjutkan, saat ini pihaknya tengah melakukan pengembangan terhadap kasus ini. Karena uang yang diamankan sudah ada yang memesan dan berniat melakukan pembelian.

    "Para pelaku menggunakan modus menjual dengan skala 1:2 yaitu satu uang asli untuk dua uang palsu. Didapat dari mana dan oleh siapa masih dalam pengembangan. Ketiga orang pengedar terkena pasal 36 UU No. 7 tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman 15 tahun penjara," terangnya.

    Ulung juga menjabarkan, bahwa uang palsu kali ini sangat mirip dengan uang asli, dari struktur dan ukurannya.

    Pihaknya juga masih mendalami apakah masih satu jaringan dengan pengedar uang palsu yang beberapa waktu lalu diringkus di wilayah Bogor Timur.

    "Saya mengingatkan agar masyarakat lebih waspada karena disinyalir uang palsu sudah kembali mulai beredar. Baru senilai Rp1,3 miliar yang berhasil digagalkan Polresta Bogor Kota. Intinya masyarakat harus lebih teliti," pungkasnya.(ito)

    TAG :


    Berita TERKAIT