• Headline

    TFC Politeknik STT Bandung Belajar Berorganisasi di Kampus

    Oleh : Okky Adiana03 November 2016 08:00
    fotografer: Okky Adiana
    •  Share
    •  Tweet
    INILAH, Bandung - Bukan sekadar UKM biasa, TFC Politeknik STTT Bandung tidak hanya mengajarkan olahraga Futsal, akan tetapi UKM ini juga membangun tali persaudaraan antar mahasiswa di dalam kampus.

    Tentu akan sangat disayangkan jika mereka yang berstatus sebagai mahasiswa, namun ia tidak aktif di salah satu organisasi yang ada di kampusnya itu.

    Keberadaan organisasi di ruang lingkup kampus, sudah tentu akan memberikan banyak manfaat positif bagi para calon intelktual muda ini. Sebut saja Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) misalnya, salah satu organisasi yang sangat populer di kalangan mahasiswa ini, seperti menjadi magnet tersendiri bagi mereka yang ingin belajar berorganisasi di lingkungan kampusnya itu.

    Selain mengembangkan bakat yang mereka miliki, keberadaan UKM juga bisa menjadi ajang tali silaturahmi sesama mahasiswa,
    belajar cara berorganisasi di ruang lingkup kampus, serta mengenal berbagai macam karakter teman-temannya yang berbeda pandangan.

    Jelas hal ini membuktikan bahwa, UKM tidak hanya wadah bagi mahasiswanya untuk mengembangkan bakat yang mereka miliki saja, tapi juga banyak hal positif lainnya yang bisa mereka petik yang mungkin saja tidak mereka dapatkan di bangku perkuliahan.

    Hal seperti ini rupanya diakui betul oleh UKM Textile Football Club (TFC) Politeknik STTT Bandung. Organisasi yang dibentuk pada 1992 ini, bukan sekadar organisasi biasa untuk mewadahi mahasiswanya di bidang olahraga Futsal, tapi juga lebih mengedepankan asas kekeluargaan di dalamnya.

    "Jadi awalnya TFC ini bergerak di bidang sepakbola. Seiring berjalannya waktu, kita mulai masuk ke futsal pada 2008. Selain fokus di olahraga Futsal, kita juga belajar berorganisasi di ruang lingkup kampus. Menurut saya organisasi ini sangat penting bagi mahasiswa seperti kami," kata Ketua
    UKM TFC Politeknik STTT Bandung Periode 2016/2017, Arifin Zafar Munawar (20), kepada INILAH, Rabu (2/11).

    Dia menuturkan, TFC Politeknik STTT Bandung memiliki kegiatan rutin yang bisa diikuti oleh seluruh anggotanya. Dalam satu pekan mereka akan berlatih Futsal selama satu kali pertemuan di ruang lingkup kampusnya itu.

    Uniknya UKM yang usianya sudah cukup lama ini, para anggotanya tidak hanya diikuti oleh kaum laki-laki saja, tak sedikit juga kaum perempuan yang terlibat di dalamnya. Kegiatan latihan ini dilakukan untuk mengasah skil individu maupun secara tim.

    "Kalau latihan untuk perempuan Selasa, laki-laki Kamis. Latihan biasanya dari awal fisik dulu dan pasing, ke depannya latihan pola bermain. Biasanya kita juga sebulan sekali latihan di luar kampus. Latihan juga kan sebagai ajang untuk membangun kekeluargaan di kampus," ucapnya.

    Setiap organisasi yang berada di ruang lingkup kampus, tentu saja memberikan manfaat yang luar biasa bagi seluruh anggotanya ini. Kata dia, mahasiswa yang bergabung di TFC Politeknik STTT Bandung tidak hanya mendapatkan ilmu tentang Futsal saja, lebih dari itu mahasiswa juga dilatih untuk belajar berorganisasi dan membangun rasa percaya diri mereka untuk tampil di hadapan banyak orang.

    Tidak hanya itu, bahkan lanjut Arifin, keikutsertaan mahasiswa di suatu organisasi di lingkungan kampus akan memberikan dampak yang baik kepada mahasiswa di bidang akademik. Apa yang tidak dipelajari di bangku kuliah, UKM ini memberikan pelajar penting bagi mahasiswanya.

    "Kita di sini bukan cuma menyalurkan hobinya di bidang Futsal, tapi di sini kita bisa memperlancar public speaking, sikap saling menghargai, leadership, cara memenej waktu dan banyak lagi. UKM ini sangat memberikan manfaat besar bagi mahasiswa," imbuhnya.

    Ke depannya dia berharap, TFC Politeknik STTT Bandung bisa meraih prestasi yang tentunya bisa membanggakan untuk pihak kampus. Selain itu juga, kuantitas dan kualitas yang sekarang bisa menghasilkan generasi yang jauh lebih baik dan selalu menjadi juara.

    "Semoga UKM ini terus ada walaupun kepengurusannya berbeda-beda. Selain itu, bisa bermanfaat secara nyata dan kekeluargaannya tetap di pertahankan," tambahnya. [jek]