• Bandung Evaluasi Program Digital

    Oleh : Selfie Miftahul Jannah06 November 2016 17:25
    fotografer: Selfie Miftahul Jannah
    •  Share
    INILAH, Bandung - Gerakan nasional 1000 startup digital resmi mulai di Kota Bandung. Baik para wirausahawan dan juga pemerintah menganggap program berbasis digital saat ini bisa mengefisiensi sistem yang ada.

    Ketua Komite Kreatif Kota Bandung, Tita Larasati menjelaskan, saat ini Pemerintah Kota Bandung tetap fokus untuk memberikan layanan yang secara berkala dievaluasi. Lima diantaranya yaitu menyediakan ruang untuk masyarakat beraspirasi, memberikan infrastruktur berupa sosialisasi program dan informasi, membentuk literasi digital, pengembangan dan peningkatan SDM untuk siap dengan era digital, serta menggalakan festival sebagai langkah sosialisasi dengan cakupan yang lebih luas.

    "Setiap tahun memang selalu ada evaluasi, satu diantaranya kota yang memakai desain thinking untuk menguji kebijakan dan regulasi. Nanti dalam desain thinking akan ada dari akademisi, bisnis, komunitas dan pemerintah berdiskusi untuk memecahkan problem kota, termasuk mengenai program berbasis digital," jelas dia kepada Inilah dalam acara peresmian Gerakan 1000 startup di Universitas Komputer (Unikom), Sabtu (5/11/2016).

    Kajian mengenai smartcity realisasi salam bentuk nyatanya kata Tita ada dalam bentuk Bandung konektivity. Dasar dari smartcity yaitu konektivitas yang membuat segala sistem menjadi lebih koordinatif dan efektif.

    "Smartcity bagi komite keatif ity bukan gadjet tapi lebih ke keterkaitan dan keterhububgan yang menyambungkan kebijakan dengan pemkot warga dan sesama warga untuk menuju era digital," jelas dia.

    Sementara itu, dalam acara tersebut juga hadir Menteri Kominfo Rudiantara, dirinya menjelaskan Indonesia memiliki mimpi untuk dapat mencetak 1.000 startup pada tahun 2020. Selain itu, negara di tahun tersebut ingin menjadi negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

    Gerakan Nasional 1000 Startup Digital menjadi salah satu upaya untuk mewujudkan potensi Indonesia dalam menjadikan The Digital Energy of Asia di tahun 2020. Gerakan tersebut, diinisiasi oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika dan KIBAR. Dalam sambutannya, berbicara tentang digital ekonomi Menkominfo menjelaskan bahwa hal tersebut dapat menjadikan ekonomi lebih baik.

    “Saat ini Indonesia mempunyai 56 juta UKM dan itu bekontribusi terhadap GDP sebesar 6%. Saat ini di Indonesia yang tangguh bukan pengusaha besar, tetapi pelaku UKM UMKM, hal itu terbukti ketika terjadi krisis ekonomi,” papar dia.

    Kegiatan tersebut akan hadir di 10 kota di Indonesia. Mulai dari Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Bandung, Semarang, Malang, Medan, Makassar, Denpasar, dan Pontianak.

    Menenai perkembangan teknologi digital, dirinya mengungkapkan saat ini banyak kemudahan dan fasilitas yang memudahkan, begitupula dengan e-commers.

    "Pemanfaatan teknologi digital harus dimanfaatkan, tetapi teknologi pun harus diperdayakan dari pertumbuhan ekonomi. Ada tujuh isu penting yang menghambat berkembangnya industry e commerce di Indonesia. Kini pemerintah pun telah menyusun solusi dan tinggal menunggu peraturan presiden,” jelas dia.

    Pendidikan, SDM, pendanaan, logistic, perpajakan, infrastruktur komunikasi, keamanan siber, dan perlindungan konsumen menjadi isu utama. Lebih lanjut Kominfo menjelaskan, mengenai gerakan nasional 1.000 startup, sangat mengapresiasi dan mendukung. Besar harapan, nantinya dapat lahir 1.000 startup guna kemajuan bangsa Indonesia. [jek]