• Penyaluran Dana PIP SD Banyak Hambatan

    Oleh : Daulat Fajar Yanuar28 Agustus 2017 18:25

    INILAH, Jakarta " Pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) baru mencapai 4,08% dari target sasaran 10.360.614 siswa atau hanya sejumlah 423.235 orang. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengakui kelambatan itu karena ada beberapa hambatan terkait pencairan dana.


    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, hambatan-hambatan tersebut yakni kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang pada tahun lalu tidak memberikan izin siswa SD memiliki nomor rekening di bank tanpa didampingi orang tua.


    “Masalah ini baru selesai beberapa waktu yang lalu. OJK sudah memberikan izin siswa SD untuk memiliki rekeningnya sendiri,” kata Muhadjir kepada wartawan ditemui di kompleks Kemendikbud, Jakarta, Senin (28/8). Dia menjelaskan saat ini semua siswa SD di Indonesia sudah memiliki nomor rekening yang baru.


    Kedua, kata Muhadjir, karena siswa SD tersebut tidak memiliki nomor rekening maka banyak dana PIP tahun lalu yang mengendap di bank. Pasalnya, Kementerian Keuangan membuat kebijakan untuk tidak mentransfer dana PIP tahun anggaran 2017 ke rekening siswa yang baru sebelum yang anggaran tahun 2016 diselesaikan semuanya.


    Dia menjelaskan, untuk penyaluran dana PIP jenjang SD tahun anggaran 2016 semuanya sudah ditransfer ke masing-masing rekening siswa. Siswa bisa mengambilnya kapan saja dengan jumlah yang disesuaikan kebutuhan siswa.


    “Sekarang karena mereka sudah punya nomor rekening, maka dananya sudah dipindahkan ke sana. Fungsi kartunya sekarang juga sudah seperti kartu ATM,”ujarnya.


    Muhadjir menjelaskan, saat ini pemerintah juga sedang membicarakan bagaimana caranya agar uang itu cair, sebab tidak mungkin jika seorang anak mengambilnya sendirian ke teller bank atau gerai Anjungan Tunai Mandiri (ATM).


    Selain itu, jikapun harus mendapatkan pendampingan maka harus diputuskan siapa pendampingnya apakah guru atau orangtuanya sendiri. Pun pemerintah harus betul-betul memastikan dana yang dicairkan memang sampai ke tangan siswa bukan mampir ke kantung guru atau untuk keperluan orangtuanya.


    Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu mengakui memang masih ada beberapa prosedur dan tata cara yang harus diperbaiki. Namun menurutnya, hal tersebut bukan berarti pencairan dana PIP lantas tidak bisa berjalan karena dikhawatirkan akan menyulitkan siswa.


    “Karena itu, pencairan dana PIP ini memang harus ada instrumen atau pedomannya bagaimana mereka mengambil dananya, siapa yang damping, dan bagaimana penggunaannya sesuai dengan tujuan,” tukas Muhadjir.


    Sebelumnya, Staf Khusus Mendikbud Bidang Monitoring Implementasi Kebijakan, Alpha Amirrachman mengatakan, tahun ini pemerintah menganggarkan dana PIP untuk 17.927.308 siswa. Jumlah penerima terbanyak berasal dari jenjang SD dengan jumlah 10.360.614 siswa.


    Sementara untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 4.369.968 siswa, sedangkan Sekolah Menengah Atas (SMA) 1.367.599 siswa, dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1.829.167 siswa. “Sehingga tingkat keberhasilan penyaluran di jenjang SD memang akan sangat menentukan keberhasilan program prioritas pemerintah,” kata Alpha.


    Dia menjelaskan, Kemendikbud menargetkan untuk jenjang SD/SDLB/Paket A dan SMP/SMPLB/Paket B dapat diselesaikan 20% di akhir bulan yang sama. Sedangkan untuk jenjang SMA/SMALB/Paket C dan SMK/Kursus proses pencairan dapat tuntas di bulan November. Sedangkan untuk SD/SDLB/Paket A dan SMP/SMPLB/Paket B dapat diselesaikan di bulan Desember.


    Kemendikbud juga akan melihat sampai sejauh mana penerima PIP memanfaatkan bantuan sosial ini untuk keperluan sekolah, sampai di mana dampaknya pada upaya mempertahankan anak dari keluarga tidak mampu agar tetap sekolah dan menggiring anak-anak yang tidak sekolah untuk masuk ke satuan pendidikan.


    "Ini penting, agar Kemendikbud dapat melakukan terobosan-terobosan strategis agar target-target ini tercapai," jelas Alpha.




meikarta.. the world of ours