• Di Cimahi, Mendikbud Bicara Pendidikan Karakter

    Oleh : Fuad Hisyamudin11 September 2017 19:57
    INILAH, Cimahi-Ramai isu full day school (FDS), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Muhadjir Effendy gamblang membahas isu ini sekaligus urgensi pendidikan karakter.

    Usai mengisi Sosialisasi Penerapan Pendidilan Karakter di SMP Negeri 3 Cimahi, Jalan Sriwijaya Raya Kota Cimahi, Senin (11/9/2017), Muhadjir mengatakan bahwa sarana dan prasarana sangat dibutuhkan untuk menunjang konsep FDS.

    Wabilkhusus di Cimahi, tokoh Muhammadiyah menjelaskan, Cimahi perlu memiliki kesiapan dalam segala hal apabila konsep FDS ingin berjalan efektif dan efisien.

    "Untuk menguatkan penerapan pendidikan karakter, Kemendkbud telah melahirkan Permendikbud nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah," ujarnya, di Cimahi, Senin (11/9).

    Dalam kesempatan tersebut, Muhadjir lebih banyak menyoroti tentang pendidikan karakter yang tengah di kembangkan di Indnensia. Kata dia, pendidikan karakter harus diterapkan sedari dini.

    Ia mengatakan, regulasi tersebut mendorong pendidikan karakter dan efektifitas belajar. Bahkan, kata dia, regulasi itu sudah didukung dengan penetapan Peraturan Presiden (Perpres).

    Menurut Muhadjir, penerapan pendidikan karakter di sekolah sangat penting diterapkan di sekolah. Maka wajar apabila regulasi yang disiapkan telah mendukung untuk penciptaan karakter unggul bagi insan pendidikan di Indonesia.

    Ia menyebutkan, ada sekitar 23 ribu sekolah di Indonesia sudah menerapkan program pendidikan karakter alias sekolah 5 hari. "Sudah dimulai tahun lalu, sudah ada sekitar 23 ribu sekolah yang mengadopsi program itu," terangnya.

    Dia mengatakan, dalam program nawacita ala Presiden Joko Widodo, 70% pendidikan karakter harus diterapkan di setiap sekolah. Terutama tingkat SD dan SMP.

    "Secara legalitas itu merupakan amanah dari nawacita bahwa pendidikan karakter mendapatkan prioritas," kata Muhadjir.

    Di tempat sama, Dikdik S Nugrahawan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi mengatahkan, sekolah di Cimahi harus sudah siap apabila in in menerapkan FDS.

    "Harus siap. Mulai kantin, sistem pembelajaran di sekolah harus sistem yang tidak membuat siswa jenuh," ujar Dikdik.

    Kendala lain yang menghambat penerapan konsep FDS di Kota Cimahi yaitu ketersedian tenaga pendidik. Ia menyebutkan, bahwa Kota Cimahi defisit guru jenjang SD sebanyak 300.

    "Meski memang kita sudah menggunakan tenaga guru honorer tapi akan menjadi masalah akan berdampak kepada seberapa besar sekolah harus membayar guru honorer tersebut," jelsnya dia.

    Tentang FDS, ia berkata, pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan tersebut dalam upaya meningkatkan proses belajar di sekolah lebih optimal. Lebih jauhnya bisa akan berdampak kepada peningkatan mutu pendidikan.

    Namun prakteknya, sekolah negeri di Cimahi belum bisa menerapkan FDS secara keseluruhan. Meski begitu,Dikdik mendukung program dari Kementrian Kebudayaan dan Pendidikan tersebut.

    "Orangtua jaman sekarang lebih banyak disibukkan dalam upaya pemenuhan kebutuhan keluarga sehingga dengan full day school ini, orangtua yang bekerja tidak akan terlalu khawatir dengan anaknya karena anak lebih banyak di sekolah," jelsnya.

    Ia mengungkapkan, di Kota Cimahi, sudah ada 14 sekolah swasta yang sudah menerapakan pendidikan karakter, dengan menerapkan sekolah lima hari.

    Keempat sekolah swasta tersebut ialah SD Kreatif Harapan Bangsa, SD Juara, SD Budi Luhur, SD Makedonia, SD Hikmah Teladan, SD Al Kautsar, SD Uswatun Hasanah, SD Bina Persada, SD BPK Penabur, SD Plus Nurul Aulia, SD Tridaya, SDIT Cipta Cendikia Indonesia, SDIT Nur Al Rahman, dan SD Semesta Hati.

    Sementara untuk sekolah negeri, belum bisa menerapkan konsep tersebut, karena masih terhalang oleh terbatasnya saran prasarana dan guru.

    "Untuk di Kota Cimahi ini akan diupayakan penerapannya. Namun ketika akan kita coba implementasikan tentu harus menelaah secara teknis soal bagaimana kesiapannya. Kesiapan dari sarana prasana, jumlah guru, dan hal yang lainnya," bebernya. [jek]



meikarta.. the world of ours