• Headline

    110.946 Siswa Lulus SNMPTN 2018

    Oleh : Daulat Fajar Yanuar17 April 2018 17:39

    INILAH, Jakarta " Sebanyak 110.946 siswa lulus Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2018 dan dinyatakan diterima di 85 kampus PTN se-Indonesia. Ketua Panitia Pusat SNMPTN 2018, Ravik Karsidi mengatakan, jumlah yang lulus seleksi tersebut termasuk 28.069 siswa dari peserta Bidikmisi, sedangkan jumlah keseluruhan peserta yang mengikuti seleksi nasional ini sebanyak 586.155 siswa.

    Ravik menjelaskan, berdasarkan sebaran peserta yang lulus seleksi nasional, siswa yang lulus terbanyak pertama berasal dari Provinsi Jawa Timur (14.518 siswa), Jawa Barat menempati posisi kedua (11.519 siswa), dan Jawa Tengah menempati posisi ketiga (9.204 siswa). Selanjutnya Sumatera Utara (8.079 siswa), Aceh (5.282 siswa), Sulawesi Selatan (5.168 siswa), Sumatera Barat (4.545 siswa), DKI Jakarta (4.025 siswa), Sulawesi Tenggara (3.734 siswa), dan Riau (3.316 siswa).

    Sementara perguruan tinggi yang paling banyak menerima siswa yang lulus SNMPTN yaitu Universitas Brawijaya (3.341 siswa), Universitas Haluoleo (3.046 siswa), Universitas Diponegoro (2.929 siswa), Universitas Pendidikan Indonesia (2.563 siswa), Universitas Negeri Padang (2.476 siswa), Universitas Hasanudin (2.466 siswa), Universitas Tadulako (2.374 siswa), Institut Teknologi Bandung (2.3359 siswa), Universitas Negeri Malang (2.356 siswa), dan Universitas Jember (2.325 siswa).

    Ravik mengatakan para siswa yang dinyatakan lulus untuk segera memberikan data akademiki berupa rapor dan portofolio asli serta menunjukkan ijazah atau surat keterangan tanda lulus yang akan diverifikasi PTN yang menjadi tempat peserta SNMPTN diterima pada tanggal 8 Mei 2018 mendatang. Jika peserta SNMPTN dinyatakan lolos verifikasi, maka status mereka ditetapkan diterima oleh Rektor PTN sebagai mahasiswa di PTN tujuan tersebut.

    “Bagi peserta SNMPTN yang merupakan peserta Bidikmisi, selain dilakukan verifikasi terhadap data akademik, PTN juga melakukan verifikasi data ekonomi dana tau kunjungan ke alamat tinggal peserta,” kata Ravik kepada wartawan dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (17/4).

    Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir mengatakan, bagi siswa yang tidak lulus SNMPTN masih punya kesempatan untuk mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang peluang kelulusannya lebih besar dan sistem penilaian yang lebih berkeadilan bagi siswa.

    Nasir menjelaskan, dalam sistem penilaian SBMPTN kali ini siswa yang salah menjawab soal tidak akan mendapatkan nilai minus melainkan nilainya nol. Sedangkan yang menjawab benar akan mendapatkan poin satu. Kemudian panitia akan melakukan evaluasi lebih mendalam dengan melihat tingkat kesulitan yang berhasil dijawab oleh peserta jika terjadi kesamaan nilai akhir pada pendaftaraan program studi yang sama.

    “Nanti jika ada siswa yang mendaftar ke program studi Fisika dan memiliki nilai IPA yang bagus maka dia yang lebih berhak lulus daripada siswa yang sama-sama mendaftar ke program studi yang sama tetapi nilai Bahasa Inggrisnya lebih besar daripada IPA-nya,” pungkas Nasir.[jek]

    Tags :
    # #


    Berita TERKAIT