• BI Rilis Inflasi Jabar 2016 Naik 2.75 Persen

    Oleh : Doni Ramdhani04 Januari 2017 16:10
    •  Share
    INILAH, Bandung - Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, tingkat inflasi Jabar sepanjang 2016 lalu terbilang lebih tinggi. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jabar merilis inflasi Jabar 2016 terhitung sebesar 2,75%.

    "Inflasi tahun 2016 tercatat sedikit lebih tinggi dibandingkan tahun 2015 sebesar 2,73%. Namun, ini masih terkendali dan bahkan berada sedikit di bawah rentang sasaran target inflasi tahunan sebesar 4±1%," kata Direktur KPwBI Jabar Siti Astiyah dalam rilis yang diterima INILAH, Rabu (4/1/2017).

    Menurutnya, secara historis realisasi inflasi pada Desember 2016 itu lebih rendah dibandingkan rata-rata inflasi Desember periode 2011-2015 sebesar 0,85% (mtm) atau 5,25% (yoy).

    Khusus inflasi bulanan, pada penghujung tahun iut tekanan inflasi Jabar menurun ke level 0,36% (mtm). Angka ini lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,55% (mtm).

    "Penurunan tekanan inflasi secara bulanan ini khususnya disebabkan oleh berkurangnya efek gejolak harga bahan makanan atau volatile food yang sempat melonjak cukup signifikan di bulan November. Beberapa komoditas pangan utama memberikan sumbangan deflasi yang cukup besar seiring dengan mulai berlangsungnya panen," jelasnya.

    Secara fundamental, berlangsungnya momen hari raya serta libur di akhir tahun berdampak kepada meningkatnya permintaan khususnya di pada kelompok transportasi dan kelompok bahan makanan. Depresiasi rupiah juga memberikan sedikit tekanan melalui kelompok barang impor.

    Dia menambahkan, pada Januari 2017 ini diperkirakan tekanan inflasi akan menurun dibandingkan bulan sebelumnya. Hal ini seiring dengan kembali normalnya permintaan setelah berlalunya musim liburan akhir tahun. [jek]