• Daop 2 Sambut Positif Rencana BPPD Jabar

    Oleh : Doni Ramdhani04 Januari 2017 17:45
    INILAH, Bandung - Daerah Operasi (Daop) 2 PT Kereta Api Indonesia (KAI) merespons positif rencana Badan Promosi Pariwisata (BPPD) Jabar terkait penggunaan layanan jasa transportasi massal.

    Manajer Humas Daop 2 Ilud Siregar mengatakan, selama ini pihak manajemen pusat memiliki kereta wisata komersial (kawis). Rangkaian kereta ini digunakan untuk keperluan khusus yakni pariwisata. Kawis ini dioperasikan PT KA Pariwisata, anak perusahaan PT KAI yang dibentuk pada 2009.

    "Kalau ada rencana untuk itu (layanan jasa transportasi pariwisata), kita menyambut baik," kata Ilud kepada wartawan, Rabu (4/1).

    Menurutnya, kawis ini biasanya digunakan rombongan. Konsumen biasanya harus memesan terlebih dahulu. Dia mengaku, pemesanan ini bisa dilakukan kepada pihaknya. Nantinya, pesanan ini dikoordinasikan kepada unit komersial.

    "Untuk pemakaian kawis ini, masyarakat hanya tinggal pesan mau pakai tanggal berapa. Rangkaiannya bisa disambungkan ke kereta wisata atau kereta reguler sesuai tujuan yang diinginkan," ujar Ilud seraya menyebutkan untuk kepastian waktu yang notabene untuk keperluan pariwisata.

    Dari informasi yang dihimpun, saat ini PT KA Pariwisata mengoperasikan tujuh unit kawis. Yakni, Nusantara, Bali, Toraja, Sumatera, Jawa, Imperial, dan Priority. Masing-masing interior kereta tersebut dihiasi dengan ornamen khas daerah.

    Khusus kawis Imperial, rangkaian ini terbaru milik PT KAI yang didesain hanya untuk 21 penumpang dengan formasi 2-1 sebanyak tujuh baris. Kursi dapat diputar 45 derajat menghadap jendela sehingga dapat melihat pemandangan selama perjalanan. Sedangkan kawis Priority merupakan kereta pertama di Indonesia yang memiliki kualitas audio-video on demand (AVOD) seperti pesawat terbang.

    Sebelumnya, BPPD Jabar saat ini mulai menjajaki kerjasama dengan PT KAI. Wakil Ketua BPPD Jabar Maktal Hadiyat mengatakan, keberadaan mode transportasi massal tersebut strategis bagi dunia pariwisata Jabar.

    "Saat ini persoalan penerbangan direct flight ke Bandung semakin berkurang. Perjalanan darat melalui jalan raya kini kerap terjadi kemacetan di berbagai daerah," kata Maktal.

    Menurutnya, kereta api merupakan solusi terbaik bagi para wisatawan yang berniat mengunjungi Jabar. Terlebih, daerah ini tersebar luas stasiun pemberhentian kereta api. Dia menyebutkan, untuk wisatawan yang turun di Bandara Soekarno-Hatta kini mulai beralih menggunakan kereta api dibandingkan bus pariwisata. Ini dilakukan karena kemacetan parah kerap terjadi di daerah ibukota tersebut.

    "Meski ada penambahan biaya, penggunaan kereta api mampu menghindarkan wisatawan dari rasa lelah akibat kemacetan dan mereka enjoy mengunjungi wilayah ini. Itu yang terpenting," sebutnya.

    Maktal menambahkan, penggunaan moda transportasi kereta ini harus diperluas. Apalagi, jika kereta api jalur selatan diaktifkan kembali. Tentu, katanya, langkah itu akan lebih menghidupkan sektor wisata di daerah selatan Jabar. [ito]



meikarta.. the world of ours