• Kerja Sama Sister Province Libatkan Bank BJB

    Oleh : Jaka Permana16 Mei 2017 21:49
    INILAH, Bandung -Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) akan melibatkan bank bjb dalam memanfaatkan kerja sama Sister Province dengan sejumlah provinsi di luar negeri lebih luas lagi.
    Aher mengatakan pelibatan Bjb tak hanya pada point yang tertera pada perjanjian MoU, namun pada bidang lainnya seperti halnya investasi‎. Menurutnya dalam sejumlah kerjasama pihaknya dengan luar negeri, Bjb bisa terlibat."Bjb merupakan bank terbesar di Jabar dan masuk dalam deretan 14 besar bank nasional," katanya dalam siaran pers yang diterima INILAH, Selasa (16/5/2017).
    Menurutnya belum lama ini pemprov menjalin kerja sama Sister Province dengan 4 provinsi di Tiongkok yaitu Guangxi Zhuang, Chongqing, Sichuan, dan Heilongjiang. Pemprov saat itu menggandeng Direktur Utama bjb Ahmad Irfan dalam menyaksikan penandatangan MoU di sana.
    ‎"Kami nyaman dengan sister province memayungi semua kerja sama. Bisa berkejasama dengan ruang lingkup yang lebih luas lagi. Bermanfaat barang kali ini dalam 9 tahun ini paling mengesankan, paling banyak (MoU). Ini sekaligus 4. Kami sudah menandatangani kerja sama Sister province bahkan kami sudah mengusulkan kerja sama lainnya,"ujar Aher.
    ‎Melalui kerja sama antara Provinsi tersebut, lanjut Aher, merupakan bagian perjanjian hukum yang besar. Menjamin kedua pemerintah daerah terutama dalam memfilter perusahaan-perusahaan yang akan dilibatkan dalam kerja sama tersebut.
    "MoU ini bagus akan terlindungi perjanjian hukum yang besar, dengan kerja sama berbagai bidang. Kemudian akan lebih terencana dan teratur. Bahkan Wagub Sichuan mengatakan kalau kerja sama b to b bilang tolong kasih tahu soal perusahaannya takutnya perusahan terkait tidak bagus. Jadi difilter sama pemerintahan di Tiongkok tersebut," kata dia.
    Dia menambahkan, setelah kerja sama antar pemerintah bisa dilanjutkan dengan kerja sama dengan perusahaan. “bjb bisa terlibat di dalamnya,” ujarnya. [jek]



meikarta.. the world of ours