• Headline

    Penjualan Bight Gas Relatif Stabil di Kota Bandung

    Oleh : Selfie Miftahul Jannah14 Juli 2017 18:47
    INILAH, Bandung - Penjualan Bright Gas atau gas 5,5 kilogram di Kota Bandung terbilang stabil. Bahkan saat Ramadan dan Idul Fitri lalu permintaan gas 5,5 kg masih berjalan stabil dalam artian tidak mengalami lonjakan harga seperti berbagai kebutuhan pokok masyarakat yang naik seiring mendekati hari raya.

    Kepala Marketing agen gas besar Kota Bandung PT Limas Raga Inti, Richie Afrigani, menjelaskan permintaan terhadap gas 5,5 kilogram cenderung berjalan stabil. Dirinya mengaku, penjualan Bright Gas tidak terjadi peningkatan dan tidak mengalami penurunan, persediaan gas 5,5 kilogram masih tetap aman baik sebelum maupun setelah Lebaran.

    "Tidak ada lonjakan permintaan gas 5,5 kilogram selama sebelum dan setelah Lebaran ini. Permintaan gas tersebut cenderung stabil sehingga persediaan kami pun tidak pernah ditambah dengan cadangan yang lebih besar dari biasanya," jelas dia, di kantornya Jalan Emong, Bandung.

    Stabilnya permintaan akan penggunaan Bright Gas dinilai dia, dimungkinan karena masih kurangnya sosialisasi penggunaan gas 5,5 kilogram. Hal itu juga menjadi salah satu penyebab masih berkurangnya minat warga untuk menggunakan gas 5,5 kilogram sebagai pengganti gas bersubsidi 3 kilogram.

    "Padahal secara teknis, penggunaan gas 5,5 kilogram bisa lebih irit dan jauh lebih aman dibanding gas tiga kilogram. Banyak nilai lebih dari gas 5,5 kilogram dibanding gas 3 kilogram. Diantaranya, penggunaannya jauh lebih aman," beber dia.

    Richie menuturkan bahwa karena tidak terjadi lonjakan berart, stok gas 5,5 kilogram di gudangnya tidak pernah bertambah dalam jumlah yang berarti. Jika dirata-rata, menurut dia, stok per hari gas 5,5 masih sekitar di angka 800 tabung.

    Seperti diketahui, pemerintah sudah sejak lama memberikan imbauan kepada masyarakat mampu untuk tidak menggunakan gas bersubsidi 3 kilogram. Bahkan Pemerintah Kota Bandung telah melarang aparaturnya menggunakan si melon sebagai konsumsi bahan bakar sehari-hari dan mewajibkan menggunakan gas alternatif yaitu gas 5,5 kilogram. [jek]