• OJK: Literasi dan Inklusi Keuangan Jabar Relatif Tinggi

    Oleh : Doni Ramdhani17 Juli 2017 16:23
    INILAH, Bandung - Kepala Kantor Regional 2 Jabar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sarwono mengatakan, indeks literasi dan inklusi keuangan di Jabar relatif tinggi. Capaian angkanya berada di atas rata-rata nasional.

    "Untuk Jabar ini, indeks literasi keuangannya sebesar 35%. Sedangkan indeks inkulisi keuangannya mencapai 68%. Keduanya berada di atas indeks rata-rata nasional," kata Sarwono usai penekenan kerjasama OJK dan Sekolah Bisnis Manajemen (SBM) ITB, Senin (17/7).

    Meski demikian, dia menyebutkan pihaknya akan terus menerus meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Sejauh ini, masyarakat awam hanya memahami lembaga keuangan itu hanya bank. Padahal, industri jasa keuangan itu pun ada yang berupa lembaga nonbank.

    Dia mengharapkan, pihak kampus pun turut aktif membantu peningkatan literasi keuangan ini. Para civitas akademika pun diberikan pengetahuan terkait produk perbankan dan menyeimbangkan produk yang disediakan industri jasa keuangan nonbank.

    Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Kusumaningtuti S Soetiono menyebutkan, pada 2019 mendatang angka indeks inklusi keuangan ditargetkan mencapai 75%.

    Saat ini, rata-rata nasional untuk inklusi keuangan ini mencapai 67,8%. Sebelumnya, angkanya hanya 59,7%. Sedangkan, indeks literasi keuangan rata-rata nasional tahun lalu mencapai 29,6% meningkat dari capaian pada 2013 lalu yang hanya 21,8%.

    Menurutnya, kesinambungan akselerasi peningkatan indeks ini harus ditunjang penelitian akademis. Untuk itu ruang lingkup kerjasama antara OJK dengan SBM ITB ini meliputi beberapa hal. Diantaranya rencana pembentukan Pusat Riset Literasi dan Inklusi Keuangan (PRLIK), penyelenggaraan kuliah umum secara reguler, pelaksanaan focus group discussion (FGD), pelaksanaan kajian literasi dan inklusi keuangan, dan outreach program melalui training of trainers tematik.

    Selain bekerjasama dengan SBM ITB, OJK melalui Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen juga menggandeng Universitas Brawijaya dan Universitas Gadjah Mada.

    Sebagai langkah awal, dalam waktu dekat OJK dan SBM ITB akan meresmikan PRLIK. Keberadaan lembaga ini diharapkan dapat menjadi ruang bagi para civitas akademika untuk berkontribusi dalam peningkatan literasi dan inklusi keuangan melalui kegiatan penelitian dan kajian ilmiah. Langkah ini agar lebih spesifik, tepat sasaran, dan memiliki multiplier effect bagi peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

    Upaya selanjutnya, OJK akan terus mendorong terbentuknya PRLIK di berbagai perguruan tinggi negeri atau swasta maupun bekerjasama dengan pihak ketiga lainnya. Dengan semakin bertambahnya PRLIK di berbagai daerah di Indonesia maka diharapkan dapat mendorong peningkatan literasi dan akses keuangan masyarakat. [jek]