• Pembangunan PLTU Indramayu Miliki Nilai Investasi Sampai Rp.27 Triliun

    Oleh : Selfie Miftahul Jannah12 September 2017 20:01
    INILAH, Bandung - Rencana pembangunan PLTU Indramayu baru, berkapasitas 2 x 1000 MW akan dimulai tahun 2019 dengan masa konstruksi 4 tahun. Nilai investasi untuk PLTU yang saat ini berkapasitas 1x1000 MW mencapai Rp.27 triliun.

    Setelah sebelumnya sudah ada unit Eksisting PLTU Indramayu 1 berkapasitas 3 x 330 MW, rencanannya penambahan kapasitas dengan proses pembangunan nanti akan dilakukan dengan bekerjasama secara sinergi dengan pemerintah setempat.

    General Manager PLN UIP JBT I - A Daryanto Ariyadi menjelaskan, Kabupaten Indramayu merupakan salah satu Proyek Strategis Nasioal yang menjadi bagian dari program 35.000 MW pemerintah dan merupakan salah satu upaya PLN dalam memenuhi kebutuhan daya dalam sistem Jawa Bali, khususnya untuk daerah Kabupaten Indramayu dan sekitarnya. Pembangunan PLTU Indramayu 2 ini mendapatkan sokongan dana yang berasal dari loan JapanInternational Cooperation Agency (JICA).

    "Pengadaan tanah yang alhamdulillah sudah selesai di akhir tahun 2016 dan awal 2017, berbagai persyaratan dari pemberi pinjaman juga sudah dan sedang kami penuhi yang tertuang dalam dokumen Land Acquisition Plan (LAP) dan hasil Focus Group Discussion (FGD) dimana PLN berkomitmen untuk berkontribusi kepada seluruh masyarakat Indramayu," ujar Daryanto Ariyadi ujar dia usaibpenandatangan Nota Kesepakatan antara PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah I dengan Pemkab Indramayu, Senin (11/9).

    Untuk mengimplementasikan kontribusi dan kepedulian PLN di lingkungan sekitar proyek PLTU Indramayu 2 x 1000 MW, maka dibuat Nota Kesepakatan yang maksud dan tujuannya yaitu sebagai pedoman bagi PLN dan juga Pemkab Indramayu dalam penyelenggaraan program-program dukungan terkait kegiatan pembangunan proyek PLTU Indramayu 2 X 1000 MW.

    "Keberadaan PLTU Indramayu sendiri diharapkan dapat memberikan dampak sebesar-besarnya bagi warga Indramayu dan sekitarnya. Dan PLN sangat berterima kasih atas seluruh dukungan dari semua pihak baik Pemerintahan Provinsi Jawa Barat, Pemerintahan Kabupaten Indramayu, Pemerintahan Kecamatan maupun dari aparat Desa dan stakeholder terkait lainnya sehingga pelaksanaan proyek PLTU ini dapat berjalan lancar dan selesai sesuai target pada tahun 2021," jelas dia.

    Pembahasan dalam nota kesepakatan yaitu meliputi, penanganan dampak lingkungan atas Kegiatan Pembangunan PLTU Indramayu 2 x 1000 MW. Pemanfaatan tenaga kerja lokal dan atau tenaga kerja berasal dari Kabupaten Indramayu, sesuai dengan tingkat keahlian (skill) yang dikuasai atau dimiliki calon Tenaga Kerja dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan, dukungan untuk Pemulihan Mata Pencaharian dan Standar Hidup kepada Warga Terdampak Proyek (WTP).

    Pemberdayaan masyarakat melalui Program Coorporate Social Responsibility (CSR) dan beberapa program sudah dilaksanakan seperti bantuan Mobil Siaga di setiap Desa (Sumur Adem, Mekarsari, dan Patrol Baru), kemudian Bantuan Pelatihan keterampilan Welder (pengelasan), Bantuan Renovasi Puskesmas.

    Memberikan kesempatan yang sama kepada Pengusaha Lokal untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan pembangunan Proyek PLTU Indramayu 2x1000 MW, dengan tetap memperhatikan ketentuan Pengadaan Barang/Jasa yang berlaku di PT PLN (Persero).

    Bantuan Infrastruktur jalan dan irigasi di lingkungan Proyek PLTU Indramayu 2 x 1000 MW (Desa Patrol Baru, Desa Mekarsari Kecamatan Patrol dan Desa Sumuradem Kecamatan Sukra.

    Bantuan Hukum apabila timbul gugatan dari Pihak Ketiga terkait dengan Pelaksanaan dan Pembangunan PLTU Indramayu 2x1000 MW. [jek]