• Warga Bandung Diundang Investasi Vila di Bali

    Oleh : Dery Fitriadi Ginanjar14 September 2017 18:50
    INILAH, Bandung " Bali menyajikan pesona alam dan budaya yang sangat berkesan sehingga masuk dalam destinasi wisata paling favorit dan terbaik selama 12 tahun berturut-turut versi DestinAsian Readers Choice Award (RCA) 2017 yang bermarkas di Singapura. Tak ayal dengan pesonanya tersebut, Bali dibidik sebagai salah satu kawasan investasi paling menarik, terutama property jenis resort maupun villa hotel (vilatel).

    Meski saat ini jumlah hotel di Bali sudah cukup padat -tercatat terdapat kurang lebih 15,000 hotel yang telah beroperasi- namun minat investasi properti di Bali masih tinggi terutama untuk sektor resort maupun vilatel.

    Owner PT Mahakarya Evelyn-Almeera Mughnii Development Djoko Purwoko mengatakan, berdasarkan data tersebut, pihaknya membangun villa mewah berkonsep vilatel (villa hotel) yang terletak di Pantai Beraban, Tanah Lot, Tabanan-Bali.

    Berdiri di atas lahan 16 hektare, Mughnii Land membangun 555 Island Bali, sebuah vilatel dengan konsep resort di pesisir Pantai Braban, Tabanan- Bali. Vilatel ini akan terdiri dari 827 unit yang seluruhnya dijual kecuali 20 unit tertentu sebagai milik pengembang.

    “Secara lokasi, kawasan vilatel 555 Islands ini berada di gugusan Desa wisata Beraban yang mempunyai potensi besar dalam bidang wisata. Dengan jarak tempuh sekitar 1,5 jam dari Bandara Ngurah Rai, Lokasi Desa Beraban ini sangat strategis sehingga membuat desa wisata di Kota Tabanan ini sudah cukup dikenal dalam dunia pariwisata,” kata Djoko dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (14/9).

    Djoko menuturkan, 555 Islands dikembangkan dengan konsep villatel mewah di tepi pantai yang dilengkapi dengan private pool.

    “Di sini, kami menawarkan dua tipe unit, yakni tipe 32 dan tipe 56 dengan private pool dengan status hak milik dan kami kami kemas dengan berbagai fasilitas menarik untuk wisatawan,” ujarnya.

    Dengan konsep vilatel, lanjut Djoko, 555 Islands terbuka untuk investor yang menginginkan investasi menarik dan istimewa di Bali. Melalui pengelolaan vilatel oleh developer sendiri, Djoko meyakini 555 Islands bisa menjadi pilihan yang menarik berkat keistimewaan yang dimilikinya.

    Beberapa keunggulan yang ditawarkan oleh developer antara lain, harga yang masih terjangkau, yakni untuk tipe unit 32/60 dan 56/60 seharga Rp395 dan Rp900 juta per unit (tunai). Jika dibeli secara KPR, tipe termurah dipatok Rp495 juta dengan uang muka 15% langsung lunas.

    “Pembelian bisa juga secara tunai bertahap hingga 24 bulan dengan DP Rp50 juta,” tambah Djoko.

    Kedua, adalah tingkat okupansi yang cukup tinggi mencapai 45-70%. Djoko membandingkannya dengan beberapa villa di sekitaran 555 Islands dengan lokasi lebih jauh dari view pantai, tingkat okupansinya sekitar 70% dengan nilai sewa Rp12-16 juta/malam. “Ada juga Unadatu yang Rp1,2 juta per malam,” ungkap Joko.

    Guna meyakinkan calon investor, Djoko menyebutkan, pasaran sewa unitnya sekitar Rp1,5 juta/malam untuk tipe terkecil (32/60) dengan garansi pendapatan sewa Rp5 juta/bulan selama masa KPR maksimal 15 tahun.

    Perhitungannya, Djoko memberikan pembagian pendapatan sewa 70% untuk investor dan 30% untuk pengembang. Garansi sewa tersebut mulai dihitung setelah vilatel beroperasi selama 7 bulan. Ia mencontohkan, katakan, bila dalam sebulan unit milik investor hanya tersewa sebanyak 10 hari saja, berarti Rp1,5 juta dikali 10 hari yaitu sekitar Rp15 juta. Sebanyak Rp10,5 juta menjadi hak pemilik, sisanya untuk pengembang.

    Jika harga unit termurah Rp495 juta (harga KPR), maka DP-nya adalah Rp50 juta (10%) dengan plafon pinjaman Rp445 juta dan cicilannya Rp4,5 juta per bulan selama masa tenor 15 tahun dan bunga 9% per tahun.

    Dengan demikian pemilik unit masih dapat surplus Rp6 juta per bulan. “Jadi selama 15 tahun ibaratnya cicilan KPR-nya kita gratiskan. Kalaupun nggak dapat penyewa dalam sebulan, kita sudah kasih garansi sewa Rp5 juta per bulan,” kata Djoko.

    Untuk tahap pertama dipasarkan 100 unit vilatel dengan respons atas produk ini cukup baik. Djoko menyebutkan bahwa dalam dua minggu, villa yang akan dibangun pada Desember tahun ini telah terpesan 59 unit.

    Keistimewaan berikutnya adalah vilatel ini menggunakan Sertifikat Hak Milik bagi investor. Berbeda dengan lainnya yang masih Sertifikat Hak Guna Bangunan, unit yang dimiliki pasti lebih terjamin dan lebih menguntungkan karena propertinya selamanya milik konsumen dan kapan pun bisa dijual.

    “Saya menargetkan proyek ini selesai pada pertengahan 2019,” Meski pasar properti sedikit lesu, tapi saya yakin konsep hak milik ini bisa menarik minat investasi. Apalagi dengan diferensiasi yang kami tawarkan, pasar pasti tertarik,” kata Djoko.

    Rencananya, PT Mahakarya Evelyn-Almeera Mughnii Development akan mengenalkan konsep dan investasi 555 Island Bali, Pantai Beraban, Tanah Lot, Tabanan-Bali, di Trans Hotel Bandung, Minggu (17/9). "Silahkan datang karena kami akan menyambut baik apresiasi warga Bandung," jelasnya, [dey]