• Headline

    Inilah Penyebab Tingginya Harga Ayam

    Oleh : Doni Ramdhani18 Januari 2018 03:17
    fotografer: Doni Ramdhani
    INILAH, Bandung - Tingginya harga daging ayam di tingkat pasar ternyata imbas dari mahalnya komoditas ini dari kandang.

    Popon (43), seorang peternak ayam di Kampung Cipedes, Desa Cipanjalu, Kecmatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung mengaku sejak pergantian Natal dan pergantian tahun lalu daging ayam dibanderol sebesar Rp22 ribu/kg. Bahkan, harganya sempat melambung sebesar Rp23-24 ribu/kg saat pergantian tahun baru.

    "Sampai sekarang, memang harganya masih Rp22 ribu/kg. Belum turun lagi," kata Popon kepada INILAH saat ditemui di kandang, Rabu (17/1).

    Menurutnya, sejauh ini pasokan day-old-chic (DOC) dan pakan relatif lancar dengan harga normal. Setiap kali panen, kandang yang menampung tiga ribu ekor ayam itu bisa menghasilkan sekitar 5 ton.

    "Karena faktor cuaca yang akhir-akhir ini jelek, memang sekarang nggak sedikit yang mati," tambahnya.

    Sama halnya dengan yang diungkapkan, Dadang (38) yang mengurus kandang di kampung yang sama. Dia menyebutkan, perusahaan yang membeli setiap kali panen itu membayar sebesar Rp22 ribu/kg. Di kandangnya, terdapat lima ribu ekor ayam yang dipelihara.

    Sebelumnya, pantauan di lapangan, daging ayam pun dibanderol tinggi dari harga normal. Asep Arnol (38), pedagang ayam di Pasar Ujungberung mengatakan, kini daging ayam dibanderol Rp35 ribu/kg. Dia mengaku, kenaikan harga ini terjadi sejak pergantian tahun lalu.

    "Bahkan, harganya sempat Rp38-40 ribu/kg. Sekarang mah udah turun jadi Rp35 ribu/kg," kata Asep kepada INILAH, Selasa (16/1).

    Dengan harga tersebut, dia menyebutkan mayoritas pelanggan protes dan mempertanyakan kenaikan tersebut. Bahkan, di antaranya ada yang mengurangi jumlah pembelian hingga setengahnya.

    Dalam kondisi normal, bahan makanan favorit warga itu hanya dibanderol Rp30 ribu/kg. Kalau pun ada kenaikan, tak lebih dari Rp1-2 ribu saja. Namun, sejak perayaan Natal tahun lalu permintaan konsumen relatif tinggi.

    "Mungkin karena itu. Permintaan tinggi, stok segitu-gitu aja, ya harga jadi mahal," imbuhnya.

    Kenaikan tertinggi dia rasakan saat pergantian tahun. Saat itu per kilogram daging ayam dibanderol Rp40 ribu. Namun, seiring dengan waktu harganya kini mulai menurun hingga Rp35 ribu/kg.

    Tingginya harga daging ayam itu pun ditemui di Pasar Cihaurgeulis. Endah (40), seorang pedangang daging di sana mengaku kini daging ayam dibanderol Rp35-36 ribu/kg. Akibat tingginya harga ini, dia pun merugi karena jumlah konsumen kini berkurang.

    "Karena pembeli berkurang, saya juga mengurangi stok jualan sekitar 30%," ucapnya.

    Sementara, dari laman situs resmi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar, harga komoditas daging ayam ras ini dibanderol Rp35.800/kg. [jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT