• Headline

    Bulog Jabar Gelontorkan 22 Ribu Ton Rastra

    Oleh : Doni Ramdhani22 Januari 2018 19:30
    INILAH, Bandung - Pada awal 2018 ini, Bulog Jabar kembali menyalurkan bantuan sosial (bansos) beras sejahtera (rastra). Penyaluran tahap pertama ini dilakukan ke 18 kabupaten se-Jabar.

    "Pendistribusian bansos rastra kali ini mencapai 21.953.730 kg. Ini akan disalurkan kepada 2.198.273 KPM (keluarga penerima manfaat). Setiap KPM akan menerima 10 kg beras," kata Kepala Bulog Jabar M Sugit Tedjo Mulyono saat Peluncuran Pendistribusian Bansos Rastra di Gedung Sate, Senin (22/1).

    Menurutnya, jumlah tersebut digelontorkan dalam sebulan ini. Sebagai operator dan penyedia barang, pihaknya hanya menerima data yang ditentukan pemerintah pusat. Bansos ini diterima masyarakat dengan cuma-cuma karena niatan pemerintah yang ingin menyejahterakan masyarakat kurang mampu.

    Terkait akhir-akhir ini terjadi gejolak harga kebutuhan pokok masyarakat, Sugit mengaku pendistribusian bansos rastra ini akan memberikan pengaruh yang signifikan. Pasalnya, penggelontoran beras dalam jumlah yang tidak sedikit itu pasti akan mengoreksi harga beras di tingkat pasar.

    "Nanti saja lihat satu minggu ke depan setelah digelontorkannya beras ini. Harga beras pasti turun," ucapnya.

    Sementara itu, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan usai melepas empat truk pendistribusi program Bansos Rastra ini merupakan tahapan pertama pada 2018 ini. Dia menegaskan, rastra ini merupakan hak masyarakat yang harus sampai ke tangan mayarakat.

    Dia menyebutkan, pendistribusian bansos rastra ini akan membantu menyelesaikan segera terkait gejolak harga di pasar. Dia pun menyebutkan, ke depan rastra ini ke depan akan dibagikan dalam bentuk nontunai yang dikenal dengan bantuan pangan nontunai (BPNT). Ini akan berlaku mulai Juli 2018 mendatang.

    Pria yang akrab disapa Aher ini pun menegaskan Jabar tidak membutuhkan beras impor. Pasalnya, persediaan beras di gudang Bulog Jabar relatif cukup hingga tiga bulan ke depan.

    "Bulog bilang persediaan beras masih cukup untuk tiga bulan ke depan. Berarti, untuk konteks Jawa Barat itu tidak perlu impor. Dalam konteks nasional, itu pemerintah pusat yang menghitung," ujar Aher. [jek]

    Tags :


    Berita TERKAIT