• Galeri Investasi Emiten Genjot Pertumbuhan Investor Pasar Modal

    Oleh : Doni Ramdhani14 Maret 2018 21:15
    INILAH, Bandung - Sejauh ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka galeri investasi di sejumlah perguruan tinggi. Untuk kali pertama di Indonesia, galeri pasar modal ini didirikan di emiten.

    "Pembukaan galeri investasi di PT Chitose Internasional Tbk ini sejarah. Ini pertama kali di Indonesia, galeri investasi didirikan di lokasi emiten," kata Direktur PT BEI Nicky Hogan saat peresmian di Cimahi, Selasa (14/3).

    Menurutnya, galeri ini diharapkan bisa menggenjot pertumbuhan investor di Jabar. Sepanjang tahun ini, pihaknya membidik 20-25% kenaikan investor baru yang melantai di bursa. Dia menyebutkan, galeri ini pun akan memaksimalkan penggarapan potensi di Jabar yang terbilang relatif tinggi.

    Nicky menyebutkan, pada semester I 2018 ini belum ada lagi emiten asal Jabar yang melantai di pasar bursa yang mencatatkan Rp9 triliun transaksi per hari. Secara nasional, perusahaan yang tercatat di pasar modal Indonesia terhitung sebanyak 568 emiten. Jumlah investor se-Indonesia terhitung sebanyak 660 ribu single investor identification (SID). Termasuk 100 ribu di antaranya berada di Jabar.

    "Untuk calon emiten, di list kita sudah ada 20 perusahaan lagi yang siap melantai di pasar modal. Alasan mereka belum terbuka itu hanya persoalan terkait waktu saja," ujarnya.

    Mengenai emiten berkode CINT di pasar modal, PT Chitose Internasional Tbk diakui Nicky merupakan perusahaan tercatat yang mendukung program Yuk Nabung Saham sejak awal. Bahkan, dari 500 karyawan itu 480 di antaranya merupakan investor yang memiliki saham di tempat mereka bekerja. Dimana 330 diantaranya merupakan operator.

    "Dengan proses edukasi dan sosialisasi yang dilakukan bersama, lebih dari 80% karyawan PT Chitose Internasional Tbk ini merupakan investor di pasar modal kita. BEI dan Chitose ini satu pemikiran bahwa untuk menjadi investor pasar saham itu bisa dilakukan oleh siapapun. Dan bagusnya lagi, dengan adanya galeri investasi di emiten ini sekarang di Cimahi terdapat perusahaan sekuritas," tuturnya.

    Sementara itu, Dirut PT Chitose Internasional Tbk Dedie Suherlan mengaku perubahan mindset tersebut dirasakan pihaknya. Sebanyak 430 orang karyawannya merupakan pemegang 30% kepemilikian saham.

    "Dalam setiap RUPS (rapat umum pemegang saham) mereka hadir. Karyawan bisa melihat langsung kerja yang dilakukan manajemen dan setiap pengambilan kebijakan. Benefitnya pun mereka merasakan," ucapnya seraya menyebutkan kepemilikan saham karyawan itu berjalan lebih dari setahun terakhir.

    Sedangkan, Kepala Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 2 Jabar Tjandra Nyata Kusuma menegaskan adanya galeri investasi ini bisa menekan korban praktik investasi ilegal. Setidaknya, hingga kini terdapat 137 entitas yang diduga melakukan praktik investasi ilegal.

    "Galeri investasi ini terbuka bagi siapa pun yang ingin berinvestasi. Dari catatan yang ada, terdapat dana sekitar Rp120 miliar yang masuk ke praktik investasi ilegal," kata Tjandra. [jek]


    TAG :


    Berita TERKAIT