• Headline

    Pengusaha Minta Pemerintah Lakukan Tindakan Konkrit

    Oleh : Dini14 Mei 2018 22:43
    INILAH, Bandung- Kurs dolar yang semakin perkasa juga membuat kalangan industri di dalam negeri harus mengubah strategi usahanya.

    Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Barat Deddy widjaja melihat naikknya nilai tukar Rupiah karena dorongan eksternal atau isu global. Karenanya, ia meminta agar pemerintah segera mengambil tindakan konkrit untuk meredam laju pelemahan Rupiah.

    "Pelemahan Rupiah tak hanya memukul kalangan pengusaha, namun juga dipastikan akan semakin menekan perekonomian nasional. Saat ini saja sudah banyak pelaku usaha yang melakukan efisiensi, baik dalam bentuk penutupan gerai bagi yang bergerak di sektor ritel, dan langkah efisiensi lainnya. Dunia usaha makin sulit. Apalagi, daya beli masyarakat juga terus melemah," beber Deddy.

    Terang dia, untuk menjaga stabilitas makroekonomi, pemerintah harus mendorong peningkatan ekspor. Menurutnya, baiknya pemerintah memberikan insentif bagi para pelaku usaha untuk mendongkrak ekspor, bisa dalam bentuk insentif pajak atau bentuk laju untuk meningkatkan daya saing.

    "Turunnya Rupiah seharusnya justru meningkatkan daya saing produk kita di luar negeri. Kenyataannya saat ini ekspor tidak mengalami kenaikan yang signifikan khususnya kebijakan impor, kami meminta pemerintah tidak memperketat impor bahan baku," paparnya.

    Tandasnya, saat ini masih banyak industri di Indonesia yang masih membutuhkan bahkan bergantung pada bahan baku impor. Jika impor bahan baku diperketat, industri tidak bisa mencapai target produksi dan itu artinya jumlah barang yang beredar di masyarakat akan berkurang.

    Lanjut dia, keterbatasan pasokan barang akan mendorong kenaikan harga. Jika hal itu terjadi terus menerus persoalan ekonomi Indonesia akan semakin buruk. Bahkan Rupiah akan terus melemah dan di sisi lain harga kebutuhan masyarakat semakin membengkak.

    TAG :


    Berita TERKAIT