• Headline

    Bulog Jabar Tegaskan Pasokan Beras Melimpah

    Oleh : Doni Ramdhani14 Mei 2018 18:01
    INILAH, Bandung - Menjelang Ramadan hingga Lebaran mendatang, Bulog Jabar menegaskan pasokan beras relatif melimpah. Kepala Bulog Jabar M Sugit Tedjo Mulyono mengatakan, ketersediaan bahan pokok tersebut mencapai ketahanan hingga 6-7 bulan ke depan.

    "Stok di gudang kita ada 110 ribu ton. Ini berarti ketahanan pangan cukup hingga tujuh bulan ke depan," kata Sugit saat puncak peringatan HUT ke-51 Bulog di Bandung, Senin (14/5).

    Sebelumnya, pasokan tersebut hanya bertumpu pada daerah Karawang dan Cirebon sebagai lumbung. Namun, saat ini hampir di semua subdivre Bulog memiliki pasokan yang relatif aman.

    Mengenai panen raya, dia mengakui hal itu meleset dari perkiraan. Semula, pihaknya memprediksi panen raya akan terjadi pada Maret. Namun, situasi di lapangan menunjukkan kejadian tersebut terjadi pada bulan berikutnya. Ini terbukti dari penyerapan pada April jumlahnya menunjukkan tren peningkatan yang signifikan.

    Dikarenakan pasokan melimpah, Sugit menyebutkan pihaknya siap jika ada permintaan operasi pasar. Dia pun mengatakan berapa pun permintaan akan dipenuhi. Saking melimpahnya pasokan tersebut, harga beras di pasar kini relatif stabil. Bahkan, di Cirebon harganya berada di bawah harga eceran tertinggi (HET) senilai Rp8.400/kg. Di Kota Udang itu beras dibanderol seharga Rp8.000/kg.

    Meski demikian, pihaknya tetap berupaya melakukan tiga pilar perusahaan yaitu ketersediaan, keterjangkaauan, dan stabilisasi. Sugit menyebutkan, hampir di seluruh pasar se-Jabar bersama Satgas Pangan sukses melakukan operasi pasar. Tak hanya di Jabar, operasi pasar itu pun dilakukan hingga tingkat subdivre dan Polres.

    "Selain beras, untuk operasi pasar itu kita menyediakan komoditas gula, minyak, tepung, serta daging sapi dan kerbau," tambahnya.

    Lebih jauh Sugit menyebutkan, saat ini pihaknya meluncurkan bakso berbahan daging kerbau. Pihaknya sebagai penyedia bahan baku bekerja sama dengan perusahaan besar yang biasa mengolah daging menjadi sosis dan bakso. Ini dilakukan karena Bulog tidak memiliki alat penggilingan daging olahan.

    Sementara itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jabar merilis indikasi adanya optimisme konsumen terhadap perekonomian masih terjaga. Berdasarkan indeks keyakinan konsumen (IKK) Maret 2018 berada pada level optimis (127) atau stabil dibandingkan kondisi bulan sebelumnya.

    Kepala Grup KPwBI Jabar Ismet Inono mengatakan, stabilnya IKK tersebut didukung peningkatan indeks ekspektasi konsumen (IEK) ditengah penurunan indeks kondisi ekonomi (IKE). IEK terpantau meningkat dari level 141 pada bulan sebelumnya menjadi 144. Sedangkan, IKE terpantau menurun dari level 112 pada bulan sebelumnya menjadi 110.

    "Terkait kondisi keuangan konsumen, saat ini terpantau sedikit menurun. Ini tercermin dari porsi konsumsi terhadap pendapatan yang menurun 1% menjadi sebesar 66%. Sementara, porsi cicilan pinjaman terhadap pendapatan tercatat meningkat sebesar 1% menjadi sebesar 14%. Adapun porsi tabungan terhadap pendapatan tercatat meningkat 1% menjadi sebesar 21%," ucap Ismet.[jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT