• Pekan Kedua Ramadan Marketplace Kian Diburu

    Oleh : Dini25 Mei 2018 19:01
    INILAH, Bandung - Pada pekan kedua bulan Ramadan, sejumlah marketplace besar di tanah air mulai diburu online buyers untuk membeli berbagai kebutuhan lebaran. Bahkan sejumlah e-commerce yang menggelar promo sempat mengalami down karena over capacity.

    Chief DEF (Digital startup, Ecommerce, Fintech) Sharing Vision Indonesia, Nur Islami Javad (Jeff), mengemukakan, lonjakan transaksi di platform online ini terdongkrak oleh tawaran promo menarik dan berbagai kemudahan yang ditawarkan marketplace. Peningkatan transaksi ini juga terdorong keberadaan lapak yang menyediakan barang yang lebih beragam.

    "Berdasarkan hasil survei terakhir, secara kuantitas nilai pembelanjaannya juga mencapai angka fantastis. Selama 6 bulan terakhir, jumlah transaksi 29% untuk konsumen online mengalami peningkatam," ujar Jeff saat diwawancarai di Bandung, Jumat (25/5/2018).

    Mengutip data dari Sharing Vision, sekitar 79% konsumen dari platform online lebih memilih berbelanja melalui marketplace. Menurut Jeff sebagian besar dari mereka memberikan alasan lebih aman untuk bertransaksi. Di samping itu juga karena mengejar berbagai promo menarik.

    "Meski big datanya sudah optimal namun saat berada di puncak transaksi, pasti menyebabkan server mengalami down," bebernya.

    Namun menurutnya, tak semua konsumen online di Indonesia memilih marketplace sebagai platform berbelanja. Tercatat sebanyak 30% konsumen online memilih belanja melalui sosial media Instagram, 12% melalui Line, dan 10% menjatuhkan pilihan pada Facebook.

    "Sebagai dampak positif, tak sedikit juga dari mereka yang memilih jasa layanan delivery online. Bahkan jumlahnya cukup besar, yakni mencapai 55%," papar dia.

    Secara umum, produk yang paling banyak ditawarkan UKM pada platform online adalah item fashion dan mode. Sebanyak 60% pelapak menjual fashion dan mode, sedangkan 84% membeli fashion dan mode.

    Menariknya, nilai transaksi dari rata-rata nilai pengeluaran secara oneline dan konvensional juga tercatat seimbang untuk berbagai kebutuhan. Pada segmen fashion, dalam 3 bulan rata-rata konsumen berbelanja online sebesar Rp690.000. Sementara di toko konvensional mencapai rata-rata Rp594.000. Untuk kebutuhan bahan dapur, pada online sebesar Rp652.000, serta konvensional Rp 687.000 per bulan.

    Demikian juga untuk kategori gadget, penjualan ponsel secara daring Rp3,8 juta, non daring Rp4,6 juta per transaksi. Untuk kosmetik, daring Rp237.000, non daring Rp221.000 per bulan. Untuk makanan dan minuman, daring Rp255.000, non daring Rp323.000 per bulan.

    "Diprediksi ke depan tren belanja online akan terus meroket. Dan faktanya baik belanja online maupun konvensional tetap diburu konsumen. Bahkan untuk produk tertentu, masih banyak item konvensional yang masih sulit digantikan," tegasnya.

    Salahsatu marketplace besar, Lazada, tak luput menawarkan promo, yakni dengan mengusung program Puasale yang menawarkan diskon hingga 90% pada 25-28 Mei 2018. Chief Marketing Officer (CMO) Lazada Indonesia Achmad Alkatiri mengatakan, potensi belanja masyarakat saat Ramadan tercatat melebihi jumlah transaksi pada Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas).

    "Ramadan tahun ini belanja daring di Lazada mengalami peningkatan signifikan. Kami mempredikai tren ini akan terus melonjak pada pekan ketiga Ramadan atau saat pekerja sudah menerima THR," ungkapnya.

    Berdasarkan data Google, selama Ramadan 2016 terjadi lebih dari 100.000 transaksi. Sementara pada Harbolnas 2016, jumlah transaksi mencapai 22% lebih rendah dibanding Ramadan 2016. [jek]


    TAG :


    Berita TERKAIT