• Kredit Konsumsi BCA Tumbuh 12%

    Oleh : Doni Ramdhani20 Agustus 2018 18:41
    fotografer: Doni Ramdhani
    INILAH, Bandung - Sejauh ini, kucuran kredit konsumsi PT Bank Central Asia (BCA) relatif tumbuh positif. Hingga Juni kemarin, pertumbuhannya mencapai 10-12%. Akhir 2017 lalu, angka kredit mencapai Rp79 triliun.

    "Hingga posisi Juni, outstanding kita ada di Rp82 triliun. Capaian ini karena ada sejumlah program yang kita jalankan tahun ini," kata Executive Vice President Consumer Credit Business BCA Felicia Mathilda Simon saat jumpa wartawan BCA Expo Bandung di Kota Baru Parahyangan, Senin (20/8).

    Menurutnya, program yang ditawarkan kepada konsumen itu dijalankan sejak Februari silam. Saat itu, BCA mengucurkan kredit dengan bunga 5,61% fix selama dua tahun dengan cap 6,61%. Kemudian, disusul dengan program kredit dengan bunga 5,88% fix tiga tahun. Dari program tersebut, sekitar 90% diantaranya memberikan kontribusi booking kredit secara keseluruhan sebesar Rp82 triliun.

    Guna mendongkrak capaian kredit tersebut, rencananya BCA kembali menggelar BCA Expo 2018 Bandung pada Sabtu-Minggu (1-2/9) mendatang di Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Dalam even ini, pihaknya menghadirkan serangkaian promo menarik produk BCA dan anak perusahaan. Selain itu, perhelatan ini pun memberikan layanan one stop services dimana nasabah dapat menemukan berbagai booth dealer mobil, properti, motor, dan makanan minuman dalam satu waktu.

    Kepala Kantor Wilayah I Jabar BCA Lanny Budiati menyebutkan, dalam kesempatan itu pihaknya menawarkan beragam promo yang dihadirkan. Expo rutin ini menggabungkan pameran mobil, properti, diler motor, dan beberapa anak perusahaan BCA sekaligus demi menjawab berbagai kebutuhan nasabah. Sejumlah produk andalan dari beberapa anak perusahaan BCA akan dihadirkan unit-unit bisnis seperti kredit kendaraan bermotor (KKB), kredit sepeda motor (KSM), kredit pemilikan rumah (KPR), kartu kredit, Flazz, termasuk produk andalan dari BCA Insurance, BCA Life, BCA Sekuritas, dan BCA Syariah.

    "BCA untuk kesekian kalinya kembali bekerja sama mendukung industri properti dan otomotif dari sisi pembiayaan. BCA Expo 2018 ini setidaknya akan melibatkan 17 merek mobil, 7 merek sepeda motor, dan developer Kota Baru Parahyangan. Dalam event ini, kami juga menyediakan promo spesial F&B hingga free souvenir untuk pembelian kartu Flazz dengan minimum top up Rp100 ribu," ucap Lanny.

    Menurutnya, dari gelaran ini pihaknya mematok target relatif optimistis. Untuk KPR, pihaknya membidik aplikasi masuk hingga Rp250 miliar. Sama halnya dengan target KKB yang membidik penjualan Rp250 miliar. Plus, KSM yang menargetkan sebesar Rp5 miliar.

    Dia menjelaskan, KPR dan KKB memiliki potensi yang besar untuk bertumbuh dalam jangka panjang. Pada semester I 2018, BCA mencatatkan pertumbuhan atas outstanding KPR. Pada portofolio kredit konsumsi, KPR tumbuh 4,0% (yoy) menjadi Rp74,6 triliun. KKB pun mengalami peningkatan sebesar 8,1% (yoy) menjadi Rp41,3 triliun per akhir Juni 2018.

    "Beberapa diler yang akan berpartisipasi dalam BCA Expo 2018 ini antara lain Mercedez-Benz, Jaguar, Porsche, Lexus, Audi, BMW, Land Rover, Hyundai, Suzuki, Daihatsu, Honda, Mazda, Piaggio, Kawasaki, Yamaha, dan Mitsubishi. Khusus bagi nasabah BCA Solitaire dan Prioritas, dapat menikmati kemudahan bertransaksi melalui Lounge BCA Solitaire dan Prioritas yang telah kami sediakan. Kami mengajak masyarakat Bandung untuk hadir dan menikmati gelaran BCA Expo di Bandung," tuturnya.
    (foto: Doni Ramdhani)

    Dia menambahkan, adanya kebijakan relaksasi loan to value (LTV) Bank Indonesia (BI) pun memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan kredit. Meski demikian, dia mengaku kenaikannya masih menunggu waktu karena kebijakan dengan DP 5% ini diterapkan pada 1 Agustus ini.

    Senada dengan itu, PT Bela Parahiyangan Investindo sebagai developer Kota Baru Parahyangan menyiapkan produk seiring adanya kebijakan LTV tersebut. Direktur PT Bela Parahiyangan Investindo Ryan Brasali menyebutkan kebutuhan rumah senilai maksimal Rp1 miliar masih relatif besar.

    "Sebelum expo ini, kita sudah menyiapkan produk Kota Baaru Parahyangan yang akan dipasarkan. Kita mengembangkan klaster baru Simakirana di area pengembangan tahap II dengan menawarkan rumah mungil satu lantai tipe 50/90 senilai Rp800 jutaan. Sebab, kondisi pasar properti yang kuat saat ini di bawah Rp1 miliar," ucap Ryan.[jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT