• Headline

    Peternak Sapi Keluhkan Pasokan Pakan Hijauan

    Oleh : Doni Ramdhani25 September 2018 17:38
    INILAH, Bandung - Periode musim kemarau tahun ini memberikan dampak bagi sejumlah peternak sapi yang tergabung dalam Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS). Mayoritas, mereka mengeluhkan minimya ketersediaan pangan.

    Aep Suherman (46), salah seorang peternak anggota KPBS mengaku para peternak kesulitan pakan hijauan. Kalau pun ada, peternak harus mencarinya ke lokasi yang jauh. Ini mengakibatkan kenaikan ongkos produksi.

    "Sekarang mah, hijauan sudah sulit. Para peternak banyak yang beralih menggunakan jerami untuk pakan ternaknya," kata Aep saat dihubungi Selasa (25/9).

    Dia menuturkan, penggunaan jerami itu dikarenakan proses mendapatkan relatif lebih mudah. Upaya ini diakuinya harus dilakukan untuk menjaga produktivitas susu yang dihasilkan dari 22 ekor sapi miliknya.

    Berbekal pelatihan tata kelola kandang dan pemberian pakan yang baik, produksi susu dari sapi-sapi miliknya sekitar 15-17 liter per ekor setiap harinya. Dengan kapasitas produksi susu tersebut, setiap ekor sapi yang dimilikinya menghasilkan pendapatan rata-rata Rp1 juta/bulan.

    Ketua Umum KPBS Aun Gunawan menyebutkan kemarau relatif tidak memberikan dampak signifikan terhadap produktivitas susu. Sejauh ini, dari jumlah anggota KPBS yang mencapai 3.500 orang, kapasitas produksi KPBS relatif stabil.

    "Sampai sekarang ini, produktivitas susu di KPBS masih stabil sebanyak 85 ton/hari. Susu ini dihasilkan dari anggota yang tersebar di tiga kecamatan yaitu Pangalengan, Kertasari, dan Pacet," ucap Aun.

    Menurutnya, dikarenakan kesulitan pangan sejumlah peternak ada yang mengeluh. Meski demikian, mereka yang menjadikan peternakan sapi perah ini menjadi profesi, berusaha sekuat tenaga agar produktivitas susu tidak menurun akibat kemarau.

    "Beberapa di antara peternak memang banyak mengeluh. Tapi, mereka mengganti hijauan itu dengan jerami. Pekerjaan ini memang harus ditekuni dan dijalani," sebutnya.

    Aun menambahkan, dari 80 ton susu/hari itu mayoritas dikirim ke sektor industri. Sebanyak 80% di antaranya terserap industri makanan olahan susu.

    Sisanya, 20% diolah sendiri pihak KPBS untuk meningkatkan nilai tambah dari susu. Produk yang dihasilkan merupakan makanan turunan olahan susu seperti yoghurt, keju, dan whip cream.

    Terkait harga jual susu, Aun mengaku disesuaikan dengan kualitas yang dihasilkan para anggota KPBS. Untuk kualitas baik, KPBS membeli susu dari peternak sebesar Rp5.200/liter. Rata-rata, saat ini susu yang dibeli dari peternak hanya Rp4.500-4.600/liter.

    "Susu dari peternak itu langsung kita dinginkan dengan suhu 4 derajat celsius. Fresh milk itu langsung kita kirim ke industri yaitu Frisian Flag, Ultrajaya, dan Indomilk. Dari 85 ton kapasitas susu itu, 80% dikirim ke industri dan 20% kita olah sendiri," sebutnya.

    TAG :


    Berita TERKAIT