• Bank Muamalat Raih Pangsa Pasar Haji 15%

    Oleh : Doni Ramdhani11 Oktober 2018 19:43
    INILAH, Bandung - Pangsa pasar Bank Muamalat Indonesia pada pendaftaran setoran awal perjalanan ibadah haji mengalami kenaikan.

    Head of Islamic Enterprice & Alliances Hajj & Umroh Bank Muamalat Darma Wahyudi mengemukakan, pada tahun ini misalnya, pangsa pasar pionir perbankan syariah itu meningkat.
    "Tahun lalu, untuk ibadah haji ini kita mendapatkan market share sebesar 13%. Tahun ini, angkanya meningkat menjadi 15%," kata Darma di sela-sela pengukuhan Forum Komunikasi dan Silaturahmi Penyelenggara Ibadah Umrah dan Haji (FKS Patuh) Jabar di Bandung, Kamis (11/10).
    Menurutnya, pendaftaran setoran awal ibadah haji ini merupakan core business yang dijalani perbankan syariah pertama di Indonesia. Secara keseluruhan, perbankan yang berbisnis di sektor haji ini terhitung sebanyak 32 bank penerima setoran (BPS) Ibadah Haji.
    Darma menyebutkan, kontribusi pasar Jabar untuk perjalanan haji ini terhitung berada di peringkat tertinggi. Selain Jabar, Jatim merupakan daerah penyumbang terbesar. Dari 100 ribuan calon jamaah haji se-Indonesia itu, kontribusi Jabar sekitar 15%.
    Mengenai pendaftaran setoran awal haji, dia mengaku itu sesuai dengan Peraturan Menteri Agama No 30/2013 tentang Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji.
    Berdasarkan aturan itu, Kementerian Agama tidak membolehkan bank untuk memberikan fasilitas dana talangan haji bagi jamaah. "Kita hanya melayani pendaftaran setoran awalnya. Selebihnya, untuk melunasi total pembiayaan haji itu calon jamaah menabung," tambahnya.
    Selain itu, Darma menyebutkan pihaknya melakukan inovasi terbaru yang memudahkan jamaah umrah. Dengan layanan Igo Umroh sebagai aplikasi seputar informasi umrah, calon jamaah mendapatkan kepastian pemberangkatan. Online markletplace ini merupakan inisiatif sebagai respons banyaknya kasus travel haji dan umrah yang gagal memberangkatkan calon jamaahnya.
    "Ini menjadi jaminan kepada jamaah yang tingkat kebutuhannya semakin meningkat. Kita bekerja sama dengan berbagai provider sehingga menjamin keberangkatan untuk semua jamaah," ujarnya seraya menyebutkan inovasi ini merupakan pionir di bidangnya.
    Sementara itu, Ketua FKS Patuh Jabar Wawan R Misbah mengatakan organisasi ini terbentuk sebagai solusi dari munculnya berbagai modus penipuan oknum biro perjalanan haji dan umrah. Adanya organisasi ini untuk mengimbangi masih tingginya animo masyarakat Jabar untuk menunaikan ibadah haji dan umrah.
    "Fenomena yang terjadi beberapa waktu lalu harus ditanggapi secara serius. Ini juga sekaligus menjadi tantangan bagi para pengelola biro perjalanan haji dan umrah untuk mengembalikan citra negatif tersebut," kata pemilik Qiblat Tour itu. (jul)

    TAG :


    Berita TERKAIT