• Headline

    Tembus Pasar Dunia, Kopi Jabar Akan Diperbanyak

    Oleh : Daulat Fajar Yanuar19 Maret 2017 15:34
    fotografer: Daulat Fajar Yanuar
    •  Share
    INILAH, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memberikan bantuan lima juta benih kopi kepada para petani yang tersebar di seluruh wilayah Parahyangan. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, bantuan ini meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu dua juta benih kopi.

    Aher menjelaskan bantuan lima juta benih kopi yang disalurkan Pemprov Jabar kepada para petani merupakan benih pilihan yang telah tersertifikasi. Tujuannya agar para petani dapat menghasilkan kopi dengan kualitas yang unggul agar mampu bersaing di kancah internasional.

    "Insya Allah kami akan memberikan bantuan lima juta benih kopi yang tersertifikasi. Mengapa? Karena kami ingin hasil tanamnya berkualitas unggul," kata Aher kepada wartawan di sela-sela acara 'Ngopi Saraosna' di halaman Gedung Sate, Bandung, Minggu (19/3/2017).

    Nama Jawa Barat sempat harum saat salah satu produsen kopi Java Preanger menjuarai perlombaan tingkat internasional yang diselenggarakan di Atlanta, Amerika Serikat pada tahun 2016 silam. Ini tentu merupakan sebuah kejutan karena selama ini komoditas kopi Jabar tidak terlalu menggema di dunia.

    Kepala Dinas Perkebunan Jawa Barat Arif Santosa mengatakan, kondisi dunia perkopian nasional saat ini sangat menguntungkan para penggiat kopi di Jabar mulai dari petani sampai pemasarnya. Menurutnya sejak tahun 2010 yang lalu banyak bermunculan produsen kopi yang sangat luar biasa di Jawa Barat.

    "Iklim yang kondusif berbarengan dengan bantuan benih dari Pemprov Jabar, demam minum kopi di kalangan masyarakat, dan banyaknya festival-festival yang memunculkan petani asal Jabar sebagai juaranya," kata Arif ditemui di tempat yang sama.

    Menurutnya, ini merupakan momentum yang bagus bagi Jawa Barat untuk terus meningkatkan produksi komoditas kopi dan memasarkannya kepada khalayak luar baik nasional maupun internasional. Dia optimistis kondisi ini akan menguntungkan banyak pihak terutama para petani yang sudah mulai menggeliat lagi semangatnya.

    "Petani mulai menggeliat karena secara ekonomi bagus. Apalagi sekarang kopi juga memiliki peran di bidang lingkungan. Ini luar biasa. Kondisi seperti ini harus dipertahankan dan ditingkatkan," ujarnya.

    Meskipun demikian, lanjut Arif, Pemprov Jabar tidak akan gegabah mencoba menjadi produsen kopi internasional nomor satu. Sebab menurutnya menjadi penghasil kopi terbesar di dunia tidak akan ada artinya jika kualitas kopi kurang nikmat di tenggorakan para pecinta.

    "Mungkin untuk menjadi produsen nomor satu berat, tetapi sebagai kualitas wahid sangat terbuka. Vietnam produsen kopi terbesar tetapi rasanya tidak enak," kata Arif.

    Sementara Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Barat Dudi Sudrajat Abdurrahim mengatakan, para petani kopi akan semakin maju jika mereka bergerak bersama dalam sebuah asosiasi. Menurutnya, kopi memiliki prospek yang sangat bagus untuk dipasarkan ke luar negeri ataupun dikemas dalam bentuk olahan di lingkungan usaha mikro.

    Dudi meminta para pelaku usaha kopi untuk meniru skema koperasi susu yang kini menjadi salah satu produk unggulan Jawa Barat. "Mulai dari bahan baku, pengolahan, sampai pemasaran dikelola koperasi. Dari hulu sampai hilir koperasi susu bergerak," ujar Dudi. [jek]


-->