• Headline

    Meski Banyak Industri, Demiz Yakin Jabar Jadi Penopang Pangan Nasional

    Oleh : Dea Andriyawan21 Maret 2017 18:30
    fotografer: Dea Andriyawan
    •  Share
    INILAH, Ciamis- Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mendorong pembentukan Ecovillage di 12 kabupaten/kota di Jawa Barat yang dilalui empat sungai besar, yakni Sungai Citarum, Sungai Cimanuk, Sungai Citanduy, dan Ciliwung.

    Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menuturkan saat ini kondisi lingkungan di Jabar sudah harus diselamatkan. Pasalnya, kondisi sungai yang melintasi wilayah Jabar dan juga lingkungan hijau di Jabar mulai tergerus serta terkontaminasi dampak aktifitas manusia.

    Misalnya Kata Gubernur yang biasa disapa Demiz ini aktifitas yang sangat mengganggu lingkungan di Jabar ini adalah Aktifitas industri tekstil, Industri rumah tangga, alih fungsi lahan hijau menjadi lahan pertaian semusin, dan banyak lagi.

    "Akibatnya, peralihan lahan menjadikan krisis air pada musim panas karena memang tidak ada resapan airnya," ungka Demiz saat membuka sosialisasi Ecovillage di Desa Panumbangan, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Selasa (21/3/2017).

    Belum lagi kata Demiz, alih fungsi diperparah dengan maraknya pengembang yang melakukan pembangunan-pembangunan perumahan di daerah konservasi.

    "Jumlah penduduk yang terus berkembang secara tidak langsung menggerus lahan-lahan yang semestinya menjadi resapan air menjadi tempat-tempat kegiatan manusia.," jelasnya.

    Terlebih saat ini ia menuturkan, dengan gelontoran triliunan rupiah untuk balai-balai citarum ternyata tidak menyelesaikan masalah di citarum,baik secara struktural dan cultural harus mulai dibenahi.

    Misalkan saja kata Demiz permasalahan di hulu citarum yang terjadi perubahan lahan resapan menjadi tanaman-taman sayur, belum lagi terjadi sedimentasi akibat tanah ke sungai.

    Oleh karenanya, dengan permasalahan yang terjadi pada lingkungan di Jabar seharusnya setiap kabupaten dan kota memiliki RDTR, sehingga setiap pembangunan yang akan dilakukan dapat dikendalikan, serta dapat memilah milih daerah mana saja yang menjadi lahan resapan, dan daerah mana saja yang bisa dilakukan pembangunan.

    "Ya harus taat sama RDTR solusinya," imbuhnya.

    Ia pun tetap manaruh harapan kepada Jabar ditengah industrialisasi yang marak dipenjuru Jabar, Provinsi Jabar tetap mampu menjadi penopang kebutuhan pangan untuk nasional.

    "Saya yakin, dengan industri yang mulai masuk ke Jabar, jabar tetap harus menjadi penopang pangan," pungkasnya. [jek]


-->