• Jokowi dan Aher Pengaruhi Peta Politik Pilgub Jabar

    Oleh : dea12 November 2017 21:02
    INILAH, Bandung - Pertarungan politik pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018 sangat dipengaruhi oleh berbagai fakor. Selain dari segi kualitas figur maupun Partai Politik, ternyata faktor Political Endorser juga mempengaruhi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dalam memenangi Pilgub.

    Hal tersebut diketahui usai rilis hasil Survei Indocon yang dirilis Minggu (12/11/2017) di Bandung. Dalam rilis tersebut, menempatkan Presiden Jokowi yang menjadi faktor political endorser tertinggi disusul Prabowo, Ahmad Heryawan (Aher) dan Megawati.

    "Kandidat yang diendorse Presiden Jokowi akan ditimbang 39 persen pemilih, Prabowo 34, Aher 27 dan Megawati 24 persen," kata Direktur Eksekutif Indocon Fajar Nursahid dalam diskusi Peta Kandidat Gubernur, Wakil Gubernur dan 'Political Endorser' Terkuat di Mata Publik dan Rilis Hasil Survei Pendapat Umum Pilkada Jabar 2018.

    Survei yang dilakukan 10-22 Oktober dengan responden 971 dari 1.000 yang direncanakan dengan metode multi stage random sampling menunjukkan bahwa publik Jawa Barat relatif stagnan dan belum menunjukkan perubahan berarti sebagai hasil survei yang telah dirilis beberapa lembaga lain.

    Selain pentingnya dukungan dari tokoh politik, pemilihan pasangan calon wagub yang tepat juga ternyata menjadi temuan menarik dan sangat berperan dalam meningkatkan elektabilitas calon/kandidat.

    Dalam rilis tersebut juga, menampilkan hasil nama-nama wakil gubernur potensial teratas, yakni Desy Ratnasari 17 persen, UU Ruzhanul Ulum 8 persen, dan Netty Heryawan 7 persen.

    "Netty mengungguli Ahmad Syaikhu yang hanya mendapatkan 5 persen. Netty juga unggul ketika disimulasikan dengan Deddy Mizwar. Pasangan Deddy Mizwar-Netty dipilih oleh 15 persen responden, sementara jika dipasangkan dengan Syaikhu, Deddy Mizwar hanya mendapatkan 14 persen," ucap Fajar.

    Sementara itu, Pakar Politik Firman Manan menyebut Netty Heryawan memang menjadi satu nama yang diincaran beberapa partai termasuk PDIP yang hingga saat ini belum memutuskan kandidat yang akan diusung dalam Pilkada Jawa Barat.

    Selain itu, dari hasil survei tersebut juga mengungkapkan, publik Jawa Barat tidak mempersoalkan politik dinasti terbukti beberapa kasus seperti di Banjar, Indramayu, Kabupaten Bandung, Cimahi, dan Kuningan membuktikan politik dinasti tidak dipermasalahkan di Jawa Barat.

    "Dalam kontek ini jika Netty maju sebagai cagub meskipun dia adalah istri dari incumben akan diterima publik Jawa Barat. Apalagi jika mendapat endorsment dari Ahmad Heryawan yang terbukti memiliki pengaruh kuat di publik Jawa Barat," pungkasnya. [dad]

    Tags :
    #Pilgub Jabar #Jokowi


    Berita TERKAIT