• Serapan Anggaran Pemprov Jabar Ditargetkan 94 Persen

    Oleh : dea14 Desember 2017 11:21
    INILAH, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada akhir tahun anggaran 2017 bisa mencapai 94 persen. Untuk itu Pemprov Jabar terus melakukan akselerasi penyerapan anggaran agar target tersebut dapat tercapai.

    Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat menyebut hingga Rabu (13/12/2017) lalu, serapan APBD Jabar telah mencapai 81 persen setelah Senin (11/12) lalu, penyerapan APBD 2017 baru mencapai 77,30 persen dari anggaran daerah yang secara total mencapai Rp 27,17 triliun.

    "Yang paling membuat kami bahagia siang ini, bantuan ke desa untuk sarana prasarana dan kinerja desa, hampir 100 persen. Hanya empat desa yang belum mencairkan, dari 5.312 total desa di Jawa Barat," kata Iwa, Kamis (14/12/2017).

    Iwa mengatakan, poin penyerapan anggaran tebesar diantaranya adalah anggaran untuk bantuan desa. Iwa menyebut masing-masing desa di Jawa Barat mendapat Rp 112 juta, atau total lebih dari Rp 594 miliar untuk 5.312 desa di Jawa Barat. Dana bantuan tersebut untuk meningkatkan kinerja desa dan pembangunan sarana serta prasarana desa yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

    Pada hari yang sama, kata Iwa, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp 400 miliar turun dan ditransfer langsung ke sekolah di kabupaten dan kota di Jawa Barat. Ini pun menjadi poin yang membuat anggaran cepat terserap.

    Poin penyerapan anggaran lainnya, kata Iwa, adalah penganggaran Rp 164 miliar untuk pembebasan lahan di Kertajati, Kabupaten Majalengka, dalam rangka pengembangan Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB).

    Pembebasan lahan ini, katanya, membutuhkan monitoring yang sangat teliti untuk dilaksanakan tahun ini karena tidak bisa dianggarakan pada APBD 2018. Karenanya, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Jabar untuk membebaskan lahan tersebut.

    Pos anggaran selanjutnya yang menyerap APBD 2017 adalah penyerapan dana bagi hasil pajak sebesar Rp 1,6 tiliun. Penyaluran dana bagi hasil ini, katanya, ditargetkan selesai 15 Desember 2017. Pos lainnya adalah belanja modal yang baru Rp 1,5 triliun dari Rp 2,74 triliun.

    Iwa mengatakan serapan anggaran tahun ini normal, bahkan lebih baik dari tahun lalu. Indikatornya adalah sisi nilai absolut yang lebih besar dan juga presentasinya. Anggaran absolut tahun ini, katanya, sudah Rp 27 triliun, sedangkan tahun lalu sekitar 25 triliun. Sedangkan serapan anggaran tahun lalu mencapai Rp 93 persen, dan tahun ini dirinya yakin bisa terserap 94 persen.

    Untuk anggaran bagi hasil pajak dan bukan pajak ke kabupaten dan kota, katanya, Bapenda Jabar harus bisa menyelesaikan proses administrasinya minggu ini, sehingga minggu depan mulai bisa mentransfer ke kabupaten dan kota.

    "Info terakhir, pendapatan Pemprov Jabar tercapai 100 persen target sampai 15 Desember ini. Sehingga sudah bisa didorong proses pencairannya karena targetnya sudah mencapai Rp 1,6 triliun," katanya.

    Dalam pekan-pekan pada akhir tahun ini, katanya, akan terus memantau langsung proses pencairan. Iwa pun meminta agar para kepala daerah segera menyerahkan dokumen terkait pencairan bantuan keuangan, begitupun dinas-dinas di lingkungan Pemprov Jabar. [jek]