• Dinkes Jabar Optimalkan Penanganan Kasus TB

    Oleh : dea17 April 2018 19:53
    fotografer: Dea Andriyawan
    INILAH, Bandung- Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggenjot optimalisasi penanganan kasus Tuberkulosis (TB) atau yang dulu dikenal dengan TBC yang selama ini belum optimal penanganannya.

    "TBC paru tampaknya ini hampir semuanya belum optimal, karena ada kekhasan karena paru-paru ini kan pengobatannya panjang, disamping penemuan kasusnya masih belum optimal, karena tentunya orang merasa sakit baru dirawat," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Dodo Suhendar usai menghadiri Forum Perangkat Daerah Pembangunan Kesehatan PRovinsi Jawa Barat Tahun 2018, di Bandung, Selasa (17/4/2018).

    Ia mengakui, hingga kini penangan TB paru di Jawa Barat tidak optimal lantaran ada kekhasan yang dimiliki oleh pengobatan TB, yakni pengobatan yang cukup lama.

    Sehingga dengan kekhasan tersebut, banyak pengobatan pengidap TB di Jawa Barat yang putus ditengah jalan, atau dalam artian tidak dilanjut karena waktu pengobatan yang cukup panjang.

    Maka, dalam forum ini, Dodo berharap akan muncul upaya-upaya inovasi penanganan penyakit TB di Jawa Barat. Pasalnya, mayoritas pengidap TB baru diobati saat penyakitnya parah, sehingga harus dirawat di rumah sakit.

    "Karena ternyata penyakit kaya TBC itu harus pengobatan yang lama, banyak yang putus tengah jalan, maka dengan pertemuan ini selama dua hari, ditambah dengan yang teknis tiga hari untuk implementasi di lapangan," katanya.

    Dalam kasus ini, pihaknya menyoroti semakin pendeknya usia penikmat rokok di masyarkat. Utamanya, masyarakat dengan kemampuan ekonomi menengah kebawah.

    "Pendidikan kesehatan itu harus dilakukan, bagaimana sekarang perilaku merokok menjadi nomor satu pengeluaran itu kan banyak sekali, yang itu dilakukan oleh masyarakat menengah ke bawah, yang sakit juga masyarakat menengah ke bawah," katanya.

    Upaya lainnya yang tengah digenjot oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat adalah dengan Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat), yakni dengan mengoptimalkan peran puskesmas di daerah.

    "Karena yang ada dilapangan para pekerja operasional di Puskesmas, bagaimana kita memasilitasi agar kabupaten kota mengoptimalkan peran Puskesmas, dan disini kita sharing, mana yang sudah berhasil untuk jadi model, jadi bersama-sama saling membantu dalam pembangunan," katanya.


    Dengan upaya pertemuan ini, pihaknya berharap pengidap TB di Jawa Barat bisa dikurangi dengan perilaku hidup sehat masyarakat, lingkungan masyarakat yang sehat, mengecek kesehatan secara rutin, dan pendidikan atau edukasi kesehatan terhadap masyarakat.

    "Pertemuan ini semoga kita punya memiliki komitmen, kesepahaman dan gerakan yang lebih terpadu, supaya hasilnya lebih optimal," pungkasnya.[jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT